Muhammadiyah dan Keberagaman
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 6 Jun 2023
- visibility 2.567
- comment 0 komentar

Bendera Muhammadiyah (Foto:Muhammadiyah.or.id)
Dengan dukungan sumberdaya manusia terpelajar serta dukungan ekonomi yang memadai, Muhammadiyah tumbuh pesat dengan karya-karyanya. Salah satu yang fenomenal adalah berdirinya Indische Holands School (IHS) md Quran, sebuah sekolah modern berbahasa Belanda yang didasarkan pada ajaran Islam.
Sekolah yang berdiri pada tahun 1922 ini menempati sebuah gedung di jalan utama Gombong, saat ini ada di sebelah Timur Garasi Bus PO. Mulyo. Dalam hitungan beberapa tahun sekolah ini berkembang pesat dan menerima siswa dari Karanganyar, Kebumen, Kutowinangun, Prembun bahkan hingga Purwokerto.
Muhammadiyah Kebumen Tumbuh dalam Harmoni Keberagaman
Koran Panorama terbitan Senin 19 Juli 1937 memuat berita kemeriahan perayaan ulang tahun sekolah Muhammadiyah tersebut. Tempat perayaan dipenuhi 600 hadirin terdiri dari orangtua murid dan warga Gombong berbagai lapisan. Pamong peguruan, R. Moenandar Partohadisewojo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pendukung kegiatan. Yang pertama adalah Oei Wan Tiong. Dia adalah Lurah (wijkmeester) Pecinan Gombong yang meminjamkan meja kursi dengan gratis. Ada pula Moeljowidhito, pengusaha bus yang meminjamkan piring gelas dan peralatan lainnya.
Acara hiburan diisi dengan tonil (sandiwara) yang dibawakan oleh para siswa Perguruan Muhammadiyah. Tampil pula paduan suara jeugd organisatie (organisasi anak muda indo-belanda) Gombong yang dipimpin seorang pianis indo bernama Nona Laeda Huwae.
Dua peristiwa di atas menunjukkan bagaimana Muhammadiyah Kebumen tumbuh dalam harmoni keberagaman. Para founding fathers tidak hanya mampu menjalin relasi harmonis lintas kelompok namun bahkan melakukan gerakan-gerakan kolaboratif. Sebuah teladan keutamaan yang mesti dipelihara dan dipraktekkan. Sekarang dan masa mendatang. ***
*Sigit Tri Prabowo, peminat sejarah sosial budaya.







Saat ini belum ada komentar