Mengenang Kembali R.A.A Tirtokoesoemo dan R.A.A Iskandar Tirtokoesoemo
- account_circle Teguh Hindarto
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 1.111
- comment 0 komentar

R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo. Sumber: Soembangsih, Gedenkboek Boedi Oetomo 1908-1918/Istimewa
Selain menjabat sebagai Bupati Karanganyar dan Ketua Boedi Oetomo, Tirtokoesoemo mendirikan Meisjeschool (Sekolah Wanita) dengan diketuai salah satu putrinya yang bernama Raden Adjeng Soewito.
R.A.A. Tirtokoesoemo bukan hanya piawai di bidang birokrasi dan pertanian namun beliaupun berkontribusi bagi pengentasan kemiskinan masyarakatnya dengan mendirikan koperasi Sedija Madjoe yang kelak akan menjadi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengumpulan kelapa untuk dibuat minyak (Teguh Hindarto, Wetan Kalu Kulon Kali: Mengenang Kabupaten Karanganyar Hingga Penggabungan Dengan Kabupaten Kebumen 1936, Yogyakarta: Deepublish, 2021)

Riwayat Singkat R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo (1884-1967)
Iskandar Tirtoekoesoemo lahir di Buitenzorg (sekarang Bogor) pada tanggal 31 Januari 1884. Setelah menyelesaikan sekolah dasar kemudian memasuki H.B.S. Setelah mengunjungi Semarang, pada usia 17 di bulan Mei 1901 Tirtoekoesoemo berangkat ke Belanda, di mana ia bersekolah H.B.S. dan pada tahun 1905 lulus ujian akhir H.B.S selama lima tahun dengan hasil yang mengesankan.
Ia kembali ke Jawa pada tahun 1905 dan menjadi anggota afdeling B di Weltevreden hingga tahun 1906, setelah itu ia melayani ayahnya sebagai seorang magang (penulis yang tidak dibayar) selama 6 bulan. Karier resminya dimulai dari sini.
Pada bulan Agustus 1907 ia dipercaya untuk meengawasi pegawai sementara di Algemeene Rekenkamer (Kamar Audit Umum). Dengan keputusan residen Batavia pada Mei 1908 ia diangkat sebagai patih juru tulis di afdeling Stad en Voorsteden (Kota dan Pinggiran Kota) Batavia dan Tuan Cornelis. Dengan surat keputusan yang sama pada November 1908 diikuti pengangkatannya sebagai asisten wedono kecamatan Pasar Senen, distrik Weltefvreden, afdeling Stad en Voorsteden (Kota dan Pinggiran Kota).
Dengan Keputusan Pemerintah Juni 1911, ia diangkat sebagai Inlandsch Officier van Justitie (Jaksa Pengadilan Umum Pribumi) dengan jabatan adjunct-hoofdjaksa (wakil ketua jaksa) di Dewan Pengadilan di Batavia. Pada bulan Desember 1911, diangkat oleh Residen Kedu sebagai asisten wedono di kecamatan Kemujanan, kawedanan Puring, Kabupaten Karanganyar.
Bekerja selama tiga bulan, kemudian diangkat menjadi Bupati Karanganjar berdasarkan Keputusan Pemerintah No. 3 tanggal 12 April 1912 dengan No. 3. Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, ia pertama kali dianugerahi gelar “Ario” dan kemudian “Adipati” dan diberi hak untuk memiliki Songsong Kuning. Selama masa pemerintahannya, kontribusi dari pemerintah dan penduduk menciptakan Rumah Sakit Pribumi bernama “Nirmolo”.
- Penulis: Teguh Hindarto








Saat ini belum ada komentar