Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Mengenang Kembali R.A.A Tirtokoesoemo dan R.A.A Iskandar Tirtokoesoemo

Mengenang Kembali R.A.A Tirtokoesoemo dan R.A.A Iskandar Tirtokoesoemo

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 1.706
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PADA tanggal 22 Januari lalu, makam R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo di Karangkemiri, Karanganyar telah diresmikan proses renovasinya yang berlangsung sejak tahun 2025. Meskipun tidak bisa menghadiri peresmian tersebut namun rasa syukur dinaikkan dan mengakhiri jalan panjang penelitian hingga penulisan buku yang mengisahkan kedua tokoh penting di era Karanganyar saat masih berstatus regentschap (kabupaten) di Karesidenan Bagelen (1830-1900) dan Karesidenan Kedu (1901-1935).

Perlu diketahui bahwa pasca Perang Jawa berakhir (1830), wilayah Bagelen dan Banyumas dijadikan wilayah karesidenan dengan residen sebagai pemangku wilayah. Karesidenan Bagelen (1830-1900) terdiri dari regentschap Ledok (Wonosobo), Purworejo, Kutoarjo, Ambal, Kebumen, Karanganyar dan Karesidenan Kedu (1901-1935)terdiri dari regentschap Magelang, Wonosobo,Temanggung, Kebumen, Kutoarjo, Karanganyar.

Buku yang saya tulis berjudul, Wetan Kali Kulon Kali: Mengenang Karanganyar Hingga Penggabungannya ke Kabupaten Kebumen 1936 (Deepublish, 2021). Melalui buku ini saya akan menuliskan secara ringkas berdasarkan pelacakkan dokumen dan arsip kolonial serta dokumen keluarga perihal R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo.

Tirtokoesoemo
Keluarga Tirtokoesoemo (1904). Paling kanan Tirtokoesoemo. Paling kiri Iskandar Tirtokoesomo. Tengah dr.Melchior Treub. Sumber: collectie.wereldmuseum.nl

Mencari dan Menemukan Makam di Karangkemiri

Sebelum saya menuliskan kisah mereka, ada baiknya saya menceritakan penyelidikan dan pencarian hingga menemukan makam R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo. Dalam banyak kesempatan saya menuliskan secara berseri mengenai kedua tokoh di atas baik di blog pribadi (historyandlegacy-kebumen.blogspot.com) maupun website umum (qureta.com namun sekarang sudah tidak beredar di publik).

Bermula pada tahun 2020 saat membaca sebuah artikel berjudul, Karanganjar in Diepen Rouw (Karanganjar Berduka Mendalam) yang diterbitkan harian Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië (4 November 1924) dilaporkan perihal kewafatan R.A.A. Tirtoekoesoemo pada usia 73 tahun sbb: “Pada Kamis malam, mantan Bupati Karanganjar-Kedoe, Raden Adipati Ario Tirtokoesoemo, wafat dengan tenang dan damai (zacht en kalm) setelah lama menderita sakit (na een lang ziekbed). Dari mulut ke mulut, dari desa ke desa, dari satu tempat ke tempat lainnya serta kota, di dalam dan sekitar Kabupaten, kabar duka tentang almarhum tersebar secara perlahan dan penuh penghormatan”

Kemudian nama tempat pemakaman di mana R.A.A Tirtoekoesoemo muncul dalam berita tersebut yaitu Karang Kemiri dengan sebuah penanda berupa lereng bukit sbb: “… pada perjalanan terakhirnya ke tempat peristirahatannya di makam keluarga  (het familiegraf) Tirtokoesoemo di kuburan dan tanah mereka, khususnya Karangsutji, di lereng bukit (op de heuvelenrij) milik Dessa Karangkemiri di Kecamatan Karanganjar”.

Berita surat kabar tersebut melaporkan sejumlah orang yang hadir dalam pemakaman R.A.A Tirtoekoesoemo di tahun 1924 tersebut yaitu: M.B. van der Jagt (Residen Kedu), Mayor Schaafsma (Komandan lokal Gombong), L.B.C. de Klerk (Asisten Residen Kebumen), lima bupati karesidenan Kedu, J.J.M. Treur (Controleur Karanganyar) sejumlah orang Eropa, pengusaha pertanian dan industri, para ambtenar pribumi Jawa dari kabupaten ini, kepala sistrik Tionghoa, serta sejumlah kepala desa.

Setelah mencari informasi, saya menemukan nama kontak Bapak Supriono (saat itu Kepala Desa Plarangan) dan meminta bantuan untuk menemani menemukan lokasi itu. Bapak Supriono pun penasaran karena hanya tahu ada makam tua di sana namun tidak mengetahui tokoh siapa yang dikebumikan. Pada hari yang ditentukan akhirnya saya ditemani Bapak Chusni Ansori (BRIN Karangsambung, dulu masih LIPI Karangsambung) dan Bapak Supriono serta juru kunci, Bapak Slamet menuju makam. Saya tergetar dan merinding terharu saat menaiki tangga makam yang saat itu terlihat tidak terawat dan plafon berlubang.

Penemuan makam beliau berdua yang saya teliti kisahnya di era Hindia Belanda semakin membangun chemistry, meski tidak pernah berjumpa secara fisik namun terasa sangat emosional dan personal. Sampai akhirnya saat saya hendak menjadikan penemuan makam tersebut sebagai bab terakhir buku yang sedang saya persiapkan, namun tertunda dikarenakan saya mendapatkan informasi baru mengenai keturunan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo yang berhasil saya hubungi di Bekasi.

Pucuk dicinta ulam tiba, tanggal 13 Maret 2021 saya berhasil berjumpa dan bersilaturahmi dengan salah satu cucu R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo yaitu R.A. Rohimi Soetjiati (saya biasa menyapanya dengan “Eyang Mimi”). Dari beliau, saya mendapatkan beberapa data penting berupa stamboek atas nama Iskandar Tirtokoesoemo beserta beberapa foto beliau yang menjadi pelengkap data dalam buku yang saya susun. Pertemuan tersebut menjadi bab penutup buku yang kemudian saya terbitkan.

Bersumber dari buku yang telah saya tuliskan sebagaimana disebutkan di atas, berikut saya sarikan mengenai karir dan kiprah beliau selama menjabat dan sesudah sebagai bupati Karanganyar.

R.A.A. Tirtokoesoemo. Sumber: Soembangsih, Gedenkboek Boedi Oetomo 1908-1918

Riwayat Singkat R.A.A. Tirtokoesoemo (1851-1924)

Sebagai anak Bupati Madiun, Tirtokoesoemo meniti karir awal sebagai schrijver (juru tulis) dari Hakim Kihsinger di Jawa Tengah. Karir perdananya inilah yang membuatnya memiliki kemampuan berbahasa Belanda yang baik. Karena minatnya pada dunia pertanian maka Tirtokoesoemo melanjutkan ke landbouwschool (sekolah pertanian) dimana Prof DR. Treub sebegai direkturnya. Tiga tahun kemudian menjadi seorang asisten guru.

Berbekal pengetahuan teoretis dan praktis tentang pertanian pribumi, Tirtokoesoemo dipindahkan ke administrasi pribumi dan diangkat menjadi asisten wedono dari kecamatan Kedu di Afdeling Temanggung. Prestasi gemilangnya menuntun dirinya menjadi seorang hakim pribumi dan patih (sekretaris daerah) di Magelang.

Nama R.A.A. Tirtokoesoemo lekat dengan keberadaan organisasi kebangsaan modern dan pertama di Hindia Belanda (meski didominasi kalangan priyayi Jawa) yaitu Boedi Oetomo yang didirikan 20 Mei 1908. Organisasi yang digagas oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo ini didirikan oleh beberapa tokoh intelektual muda STOVIA (sekolah kedokteran untuk bumiputra) al.,R.Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji Tirtonegoro, Gondo Soewarno, Soelaiman, Angka Prodjosoedirdjo, M. Soewarno, Mohammad Saleh, dan RM. Goembrek.

Sekalipun para penggagas dan pendiri didominasi intelektual muda dari STOVIA, namun kepemimpinan organisasi ini dipegang oleh golongan tua yang dianggap memiliki pengalaman di bidang organisasi. Kongres pertama di Yogyakarta (3-5 Oktober 1908) berhasil menetapkan nama R.A.A.Tirtoekoesoemo, Bupati Karanganyar, menjadi Ketua Boedi Oetomo.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peresmian Gapura Gang Cempaka Kelurahan Kebumen Ditandai Dengan Potong Pita dan Tumpeng

    Peresmian Gapura Gang Cempaka Kelurahan Kebumen Ditandai Dengan Potong Pita dan Tumpeng

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.575
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Warga RW 04 dan 03 Kelurahan Kebumen meresmikan gapura yang berada di Gang Cempaka Jalan Pemuda serta gapura Gang Tengah Jalan Pramuka pada Minggu, 17 Juli 2022. Peresmian dihadiri oleh Camat Kebumen Suis Idawati, Lurah Kebumen Juniadi Prasetyo, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT, ibu-ibu PKK, serta masyarakat di lingkungan RW 04 […]

  • Muslimat NU

    Muslimat NU Kutowinangun Bangun Gedung, Tahap I Dianggarkan Rp 550 juta

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.104
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Kutowinangun, Kebumen akan memiliki gedung baru. Peletakan batu pertama oleh Bendahara PCNU Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Minggu 11 Oktober 2020 menandai pembangunan gedung yang berada di Desa/Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Sejumlah tokoh NU hadir dalam acara itu, Tampak Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar MAg, […]

  • Gelar Karya P5 SMP N 1 Kebumen Tampilkan Flashmob Tari Cepetan

    Gelar Karya P5 SMP N 1 Kebumen Tampilkan Flashmob Tari Cepetan

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.757
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tari kolosal Cepetan yang merupakan kesenian tradisional asli Kebumen ditampilkan dalam Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 1 Kebumen, Selasa 31 Januari 2023. Gelar Karya P5 termasuk dalam rangkaian acara HUT ke-77 SMP Negeri 1 Kebumen, di mana sebelumnya sekolah yang menjadi Pilot Project Geopark Kebumen ini […]

  • Pedal Pedia Sukses Dihelat di Kebumen; Foto-Foto Keren Ini Sayang Dilewatkan

    Pedal Pedia Sukses Dihelat di Kebumen; Foto-Foto Keren Ini Sayang Dilewatkan

    • calendar_month Sen, 14 Jun 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.734
    • 0Komentar

    EVENT road bike bertajuk Pedal Pedia Kebumen 2021 sukses dihelat. Event sport tourism ini merupakan salah satu kegiatan bersepeda percontohan di masa pandemi. Seluruh peserta telah dinyatakan sehat dan sudah menjalani swab test. Selama pelaksanaan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain olahraga, kegiatan ini juga diharapkan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kebumen yang sempat lumpuh […]

  • Obat Mercon Meledak di Ayah

    Obat Mercon Meledak di Ayah, Rumah Rusak dan Remaja Terluka Parah

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.498
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Satu unit rumah porak poranda dan seorang remaja mengalami luka bakar cukup parah akibat ledakan obat mercon di Desa Bulurejo RT 03 RW 02 Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Senin 10 April 2023. Rumah milik Budi Katosa (45) rusak di bagian depan dalam peristiwa yang terjadi pada 16.30 WIB. Kerugian materiil dari ledakan […]

  • Penembakan Istri TNI

    Anggota TNI Dalang Penembakan Istrinya Buron, Ini Perintah KASAD

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Kasus penembakan yang terjadi di Jalan Cemara, Banyumanik, Semarang, 18 Juli 2022, polisi mengungkap empat orang pelaku. Selain itu ada satu tersangka lain yang berperan sebagai pemasok senjata api beserta amunisi. Sedangkan dalang kasus penembakan ini, kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi diduga kuat adalah Kopda M, adalah suami korban RW. […]

expand_less