Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Mengenang Kembali R.A.A Tirtokoesoemo dan R.A.A Iskandar Tirtokoesoemo

Mengenang Kembali R.A.A Tirtokoesoemo dan R.A.A Iskandar Tirtokoesoemo

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 665
  • comment 0 komentar

PADA tanggal 22 Januari lalu, makam R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo di Karangkemiri, Karanganyar telah diresmikan proses renovasinya yang berlangsung sejak tahun 2025. Meskipun tidak bisa menghadiri peresmian tersebut namun rasa syukur dinaikkan dan mengakhiri jalan panjang penelitian hingga penulisan buku yang mengisahkan kedua tokoh penting di era Karanganyar saat masih berstatus regentschap (kabupaten) di Karesidenan Bagelen (1830-1900) dan Karesidenan Kedu (1901-1935).

Perlu diketahui bahwa pasca Perang Jawa berakhir (1830), wilayah Bagelen dan Banyumas dijadikan wilayah karesidenan dengan residen sebagai pemangku wilayah. Karesidenan Bagelen (1830-1900) terdiri dari regentschap Ledok (Wonosobo), Purworejo, Kutoarjo, Ambal, Kebumen, Karanganyar dan Karesidenan Kedu (1901-1935)terdiri dari regentschap Magelang, Wonosobo,Temanggung, Kebumen, Kutoarjo, Karanganyar.

Buku yang saya tulis berjudul, Wetan Kali Kulon Kali: Mengenang Karanganyar Hingga Penggabungannya ke Kabupaten Kebumen 1936 (Deepublish, 2021). Melalui buku ini saya akan menuliskan secara ringkas berdasarkan pelacakkan dokumen dan arsip kolonial serta dokumen keluarga perihal R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo.

Tirtokoesoemo
Keluarga Tirtokoesoemo (1904). Paling kanan Tirtokoesoemo. Paling kiri Iskandar Tirtokoesomo. Tengah dr.Melchior Treub. Sumber: collectie.wereldmuseum.nl

Mencari dan Menemukan Makam di Karangkemiri

Sebelum saya menuliskan kisah mereka, ada baiknya saya menceritakan penyelidikan dan pencarian hingga menemukan makam R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo. Dalam banyak kesempatan saya menuliskan secara berseri mengenai kedua tokoh di atas baik di blog pribadi (historyandlegacy-kebumen.blogspot.com) maupun website umum (qureta.com namun sekarang sudah tidak beredar di publik).

Bermula pada tahun 2020 saat membaca sebuah artikel berjudul, Karanganjar in Diepen Rouw (Karanganjar Berduka Mendalam) yang diterbitkan harian Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië (4 November 1924) dilaporkan perihal kewafatan R.A.A. Tirtoekoesoemo pada usia 73 tahun sbb: “Pada Kamis malam, mantan Bupati Karanganjar-Kedoe, Raden Adipati Ario Tirtokoesoemo, wafat dengan tenang dan damai (zacht en kalm) setelah lama menderita sakit (na een lang ziekbed). Dari mulut ke mulut, dari desa ke desa, dari satu tempat ke tempat lainnya serta kota, di dalam dan sekitar Kabupaten, kabar duka tentang almarhum tersebar secara perlahan dan penuh penghormatan”

Kemudian nama tempat pemakaman di mana R.A.A Tirtoekoesoemo muncul dalam berita tersebut yaitu Karang Kemiri dengan sebuah penanda berupa lereng bukit sbb: “… pada perjalanan terakhirnya ke tempat peristirahatannya di makam keluarga  (het familiegraf) Tirtokoesoemo di kuburan dan tanah mereka, khususnya Karangsutji, di lereng bukit (op de heuvelenrij) milik Dessa Karangkemiri di Kecamatan Karanganjar”.

Berita surat kabar tersebut melaporkan sejumlah orang yang hadir dalam pemakaman R.A.A Tirtoekoesoemo di tahun 1924 tersebut yaitu: M.B. van der Jagt (Residen Kedu), Mayor Schaafsma (Komandan lokal Gombong), L.B.C. de Klerk (Asisten Residen Kebumen), lima bupati karesidenan Kedu, J.J.M. Treur (Controleur Karanganyar) sejumlah orang Eropa, pengusaha pertanian dan industri, para ambtenar pribumi Jawa dari kabupaten ini, kepala sistrik Tionghoa, serta sejumlah kepala desa.

Setelah mencari informasi, saya menemukan nama kontak Bapak Supriono (saat itu Kepala Desa Plarangan) dan meminta bantuan untuk menemani menemukan lokasi itu. Bapak Supriono pun penasaran karena hanya tahu ada makam tua di sana namun tidak mengetahui tokoh siapa yang dikebumikan. Pada hari yang ditentukan akhirnya saya ditemani Bapak Chusni Ansori (BRIN Karangsambung, dulu masih LIPI Karangsambung) dan Bapak Supriono serta juru kunci, Bapak Slamet menuju makam. Saya tergetar dan merinding terharu saat menaiki tangga makam yang saat itu terlihat tidak terawat dan plafon berlubang.

Penemuan makam beliau berdua yang saya teliti kisahnya di era Hindia Belanda semakin membangun chemistry, meski tidak pernah berjumpa secara fisik namun terasa sangat emosional dan personal. Sampai akhirnya saat saya hendak menjadikan penemuan makam tersebut sebagai bab terakhir buku yang sedang saya persiapkan, namun tertunda dikarenakan saya mendapatkan informasi baru mengenai keturunan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo yang berhasil saya hubungi di Bekasi.

Pucuk dicinta ulam tiba, tanggal 13 Maret 2021 saya berhasil berjumpa dan bersilaturahmi dengan salah satu cucu R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo yaitu R.A. Rohimi Soetjiati (saya biasa menyapanya dengan “Eyang Mimi”). Dari beliau, saya mendapatkan beberapa data penting berupa stamboek atas nama Iskandar Tirtokoesoemo beserta beberapa foto beliau yang menjadi pelengkap data dalam buku yang saya susun. Pertemuan tersebut menjadi bab penutup buku yang kemudian saya terbitkan.

Bersumber dari buku yang telah saya tuliskan sebagaimana disebutkan di atas, berikut saya sarikan mengenai karir dan kiprah beliau selama menjabat dan sesudah sebagai bupati Karanganyar.

R.A.A. Tirtokoesoemo. Sumber: Soembangsih, Gedenkboek Boedi Oetomo 1908-1918

Riwayat Singkat R.A.A. Tirtokoesoemo (1851-1924)

Sebagai anak Bupati Madiun, Tirtokoesoemo meniti karir awal sebagai schrijver (juru tulis) dari Hakim Kihsinger di Jawa Tengah. Karir perdananya inilah yang membuatnya memiliki kemampuan berbahasa Belanda yang baik. Karena minatnya pada dunia pertanian maka Tirtokoesoemo melanjutkan ke landbouwschool (sekolah pertanian) dimana Prof DR. Treub sebegai direkturnya. Tiga tahun kemudian menjadi seorang asisten guru.

Berbekal pengetahuan teoretis dan praktis tentang pertanian pribumi, Tirtokoesoemo dipindahkan ke administrasi pribumi dan diangkat menjadi asisten wedono dari kecamatan Kedu di Afdeling Temanggung. Prestasi gemilangnya menuntun dirinya menjadi seorang hakim pribumi dan patih (sekretaris daerah) di Magelang.

Nama R.A.A. Tirtokoesoemo lekat dengan keberadaan organisasi kebangsaan modern dan pertama di Hindia Belanda (meski didominasi kalangan priyayi Jawa) yaitu Boedi Oetomo yang didirikan 20 Mei 1908. Organisasi yang digagas oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo ini didirikan oleh beberapa tokoh intelektual muda STOVIA (sekolah kedokteran untuk bumiputra) al.,R.Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji Tirtonegoro, Gondo Soewarno, Soelaiman, Angka Prodjosoedirdjo, M. Soewarno, Mohammad Saleh, dan RM. Goembrek.

Sekalipun para penggagas dan pendiri didominasi intelektual muda dari STOVIA, namun kepemimpinan organisasi ini dipegang oleh golongan tua yang dianggap memiliki pengalaman di bidang organisasi. Kongres pertama di Yogyakarta (3-5 Oktober 1908) berhasil menetapkan nama R.A.A.Tirtoekoesoemo, Bupati Karanganyar, menjadi Ketua Boedi Oetomo.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantau Kesiapan Natal, Bupati Lilis dan Forkopimda Keliling Gereja di Kebumen serta Gombong 

    Pantau Kesiapan Natal, Bupati Lilis dan Forkopimda Keliling Gereja di Kebumen serta Gombong 

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 415
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung terhadap persiapan perayaan Natal di sejumlah gereja, Rabu 24 Desember 2025. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan rangkaian ibadah berjalan aman, nyaman, dan khidmat. Rombongan memulai kunjungan dari Gereja Katolik St. Yohanes Maria Vianney di Jalan Mayjen Soetoyo. Setibanya di lokasi, […]

  • Rumah Warga Sidoluhur Ambal Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta, Berikut Kronologinya

    Rumah Warga Sidoluhur Ambal Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta, Berikut Kronologinya

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.870
    • 0Komentar

    AMBAL (KebumenUpdate.com) – Kebakaran melanda rumah milik Saring, warga Desa Sidoluhur Kecamatan Ambal, Sabtu dini hari 26 Oktober 2024. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting pada accu sepeda motor yang meledak. Diketahui saat itu Saring sedang menonton televisi di ruang tamu. Ia tiba-tiba dikejutkan oleh suara ledakan keras yang berasal dari arah dapur. Ketika memeriksa apa […]

  • Fun Futsal Empat Pilar

    PWI Kebumen Gelar Fun Futsal Empat Pilar Hari Pers Nasional 2024, Ini Juaranya

    • calendar_month Ming, 18 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.006
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen menggelar Fun Futsal Empat Pilar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 dan HUT ke-78 PWI, Sabtu 17 Februari 2024. Pertandingan futsal persahabatan yang diikuti oleh unsur eksekutif, legislatif, yudikatif dan pers tersebut berlangsung selama sehari di Lapangan Futsal Lembu Sakti Kedungbener Kebumen. Fun futsal […]

  • Donasi Peduli Bencana Gempa Bumi Cianjur Telah Disalurkan PMI Kebumen

    Donasi Peduli Bencana Gempa Bumi Cianjur Telah Disalurkan PMI Kebumen

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    CIANJUR (KebumenUpdate.com) – Donasi peduli bencana gempa bumi Cianjur yang disalurkan lewat PMI Kebumen dari berbagai elemen masyarakat seperti sekolah, instansi, dan komunitas telah terkumpul hingga 60 juta rupiah. Menindaklanjuti donasi tersebut, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada donatur, maka PMI Kebumen menyalurkan bantuan yang telah terkumpul tadi secara langsung. Baca juga:Relokasi Rumah Warga Desa Jintung, PMI […]

  • Meriahkan HUT ke-80 RI, Warga RW VII Kelurahan Kebumen Gelar Berbagai Lomba untuk Semua Usia

    Meriahkan HUT ke-80 RI, Warga RW VII Kelurahan Kebumen Gelar Berbagai Lomba untuk Semua Usia

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 465
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Gegap gempita memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kelurahan Kebumen. Warga RW VII Kelurahan/Kecamatan Kebumen memeriahkan event ini dengan menggelar serangkaian lomba, diawali dengan Lomba Pindah Tepung untuk anak-anak pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Menurut Nur Salim, ketua panitia, lomba perdana ini diikuti oleh lebih dari 30 anak dari […]

  • Polisi Dampingi PSN di Desa Candimulyo, Ditemukan 12 Rumah Positif Jentik Nyamuk

    Polisi Dampingi PSN di Desa Candimulyo, Ditemukan 12 Rumah Positif Jentik Nyamuk

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka upaya antisipasi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya, Bhabinkamtibmas Polsek Kebumen Bripka Darwin Sofian, mendampingi Kader Kesehatan dan Bidan Desa melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, Jumat 17 Januari 2025. Menurut Plt Kasihumas Polres Kebumen, Aiptu Nanang Faulatun D, kehadiran Bhabinkamtibmas bertujuan untuk memastikan […]

expand_less