Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Mengenang Kembali R.A.A Tirtokoesoemo dan R.A.A Iskandar Tirtokoesoemo

Mengenang Kembali R.A.A Tirtokoesoemo dan R.A.A Iskandar Tirtokoesoemo

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 1.712
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Dalam sebuah artikel berjudul, Het Inlandschen Ziekenhuis Nirmala te Karanganyar (Rumah Sakit Pribumi di Karanganyar) yang dimuat harian Bataviasch Nieuwsblad (10 Mei 1925) disebutkan perihal tarikh pendirian rumah sakit sbb, “Nirmala didirikan 1 Januari 1919, namun peletakan batu pertama untuk rumah sakit baru dapat dilakukan pada 3 Desember 1922 sementtara pembukaan dilakukan pada 15 Juni 1924 dan disusul aula wanita diresmikan pada 30 April 1925”. Sejak tahun 2018, keberadaan bangunan Nirmala menjadi Puskesmas Karanganyar (Teguh Hindarto, Wetan Kalu Kulon Kali: Mengenang Kabupaten Karanganyar Hingga Penggabungan Dengan Kabupaten Kebumen 1936, Yogyakarta: Deepublish, 2021)

Beliau wafat pada usia 83 tahun di tahun 1967 karena sebuah kecelakaan (terserempet jeep) dan pejabat presiden Suharto nampak hadir dalam sebuah foto yang dimiliki keluarga (Ibid., Teguh Hindarto).

Buku “Wetan Kali Kulon Kali” karya penulis yang menjadi sumber artikel ini.

Jika dalam buku dan beberapa artikel saya yang dimuat di blog selalu mengingatkan jasa dan kontribusi beliau sebagai pejabat bumiputra dengan memberikan rekomendasi pemasangan papan penanda cagar budaya serta menjadikan sebagai salah satu nama jalan di Kecamatan Karanganyar, maka di tahun 2024 salah satu dari rekomendasi tersebut telah tercapai dengan ditetapkannya kompleks makam R.A.A. Tirtokoesoemo dan R.A.A. Iskandar Tirtokoesoemo sebagai Cagar Budaya (Surat Keputusan Bupati No 400.6.1/758 Tahun 2024). Menjadikan nama beliau berdua sebagai nama jalan dan mengajukan R.A.A. Tirtokoesoemo sebagai pahlawan nasional menjadi opsi terbuka yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah daerah.

Masa lalu, kunci memahami masa kini. Anda tidak akan mengetahui hal-hal di masa kini (entah berupa bangunan, makam tokoh, kebijakkan dsj) tanpa memahami masa lalu sebagai akar dan latar belakang.

Kiranya, tulisan pendek ini dapat semakin mendekatkan masyarakat mengenai tokoh penting yang saat ini terbaring tenang di kompleks pemakaman desa Karangkemiri. Makin tahu Indonesia

Teguh Hindarto, Founder Historical Study Trips (HST) dan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Villa New Taman Anggrek, Hunian Exclusive di  Kota Gombong

    Villa New Taman Anggrek, Hunian Exclusive di Kota Gombong

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 23.092
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) –  Salah satu pertimbangan memilih sebuah hunian adalah  lokasinya yang strategis, lingkungan yang representative dan nilai investasinya bakal terus melonjak. Dari berbagai kriteria itu, Villa New Taman Anggrek merupakan pilihan yang tepat. Bagaimana tidak, perumahan yang dikembangkan oleh PT Indo Power MS Group di Desa Patemon, Kecamatan Gombong, Kebumen itu berada di jantung […]

  • Golden melon di Malika Farm Kebumen siap panen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Malika Farm Sukses Budidayakan Golden Melon dengan Sistem Fertigasi Hidroponik

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.327
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Berbagai inovasi di bidang pertanian terus dikembangkan demi memudahkanpetani dengan cara menerapkan sistem dan teknologi. Salah satunya adalah penggunaan sistem fertigasi atau fertilizer (pemupukan) dan irigation (irigasi). Sistem fertigasi merupakan sistem pengairan tanaman dan pemupukan yang diberikan sekaligus melalui irigasi tetes. Salah satu metode penanaman dalam sistem hidroponik ini, larutan nutrisi diberikan […]

  • Kalibeji Juara Bupati Cup 2026 Usai Taklukkan Purwogondo Lewat Drama Adu Penalti

    Kalibeji Juara Bupati Cup 2026 Usai Taklukkan Purwogondo Lewat Drama Adu Penalti

    • calendar_month Ming, 27 Sep 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 875
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate.com) — RZ Family Kalibeji sukses keluar sebagai juara pertama turnamen sepak bola Bupati Cup 2026 setelah mengalahkan RZ Family Purwogondo melalui drama adu penalti di Lapangan Kertajaya Selokerto, Kecamatan Sempor, Minggu 27 September 2026. Laga puncak bertajuk “Perang Saudara” ini berakhir imbang 3-3 hingga waktu normal sebelum akhirnya Kalibeji memastikan kemenangan di titik […]

  • Pemancing Terseret Ombak

    Pemancing Terseret Ombak di Pantai Jetis Ditemukan, Begini Kondisinya

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.285
    • 0Komentar

    Unsur SAR Gabungan Pada hari pertama tidak membuahkan hasil sehingga pencarian berlanjut Jumat 13 Mei 2022. Pencarian dilakukan dengan memperluas area pencarian di permukaan air. Adapun unsur SAR gabungan terdiri atas Basarnas Kantor SAR Cilacap, BPBD Kebumen, Polair Logending, Pos AL Logending, Polsek Jetis, Koramil Jetis, Kowara Kabumen, MDMC, SAR Jetis, TPKL Jetis, Bagana, Cilacap […]

  • HARPI Melati

    Ny Yuli Faqih Kembali Jabat Ketua HARPI “Melati” Kebumen

    • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.228
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ny Sri Yuli Astuti Faqih kembali menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) “Melati” Kebumen periode 2021-2026. Yuli Faqih, sapaan akrabnya, bersama para pengurus DPC HARPI “Melati” Kebumen dilantik  oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HARPI “Melati” Jawa Tengah Ny Siti Joko Wahyudi di Pendopo Rumah Dinas […]

  • Makam Mbah Leqor

    Legenda Mbah Leqor dan Mitos Tanah Keramat di Desa Rahayu

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.776
    • 0Komentar

    Pernah terjadi hewan ternak warga masuk ke area makam dan ketika dicari oleh si empunya, ternyata ternak tersebut ditemukan mati. Asal-usul Nama Mbah Leqor Perihal asal-usul nama Mbah Leqor, menurut penuturan warga ternyata bukan nama sebenarnya melainkan sebuah gelar. Konon dahulu Mbah Leqor tidak mau nama aslinya diketahui  dan hanya menginginkan warga setempat memanggilnya dengan […]

expand_less