Geopark Kebumen: Masihkah Relevan, Masihkah Signifikan?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 16 Feb 2023
- visibility 4.732
- comment 0 komentar

Di sisi lain, terutama dari kalangan internal geopark, mengklaim bahwa sebetulnya cukup banyak hal telah dilakukan. Minimnya kebijakan yang supportif menjadi salah satu alasan mengapa kehadiran geopark belum mampu memberikan kemanfaatan optimal bagi masyarakat Kebumen.
Ragam pandangan tentang geopark sepertinya berujung pada dua hal; pertama, Geopark Kebumen dipandang belum memiliki arti penting/signifikan bagi Kebumen; kedua, masyarakat belum merasakan keterkaitan yang erat antara kehadiran geopark dengan dinamika hidup keseharian mereka. Geopark masih dipandang sebagai program top down yang sulit dipahami dan masih menjadi barang asing bagi masyarakat kebanyakan.
Menata Ulang Kerangka Berpikir
Dalam proses pengajuan usulan Geopark Kebumen menjadi Geopark Nasional, Sekjen Global Geopark Network, Dr. Guy Martini memberi catatan kritis perlunya Geopark Kebumen menata ulang kerangka berpikir dan arah kebijakan geopark. Diungkapkan bahwa geopark mesti dipahami sebagai satu kesatuan kawasan pembangunan berkelanjutan, bukan semata kawasan geologis yang dilindungi (geological protected area). Pengembangan ekonomi wilayah dengan pelibatan masyarakat serta optimalisasi potensi lokal menjadi aspek yang sangat disorot.
Harus diakui, konsep geopark memang barang asing bagi masyarakat. Ini ibarat benda asing yang datang dari atas, yang konon hanya dipahami oleh para ilmuwan saja. Perlu usaha keras (juga tekad, keikhlasan dan kerendahan hati) semua pihak untuk dapat mengubah barang asing ini menjadi milik bersama. Menjadi sebuah pohon bersama yang tumbuh besar justru karena dipupuk oleh inisiasi dan gerak masyarkat, disirami oleh gagasan dan buah pikiran yang diolah bersama.
Baca Juga: Gelar Karya P5 SMP N 1 Kebumen Tampilkan Flashmob Tari Cepetan
Pembangunan berkelanjutan memiliki syarat tak terbantahkan, yaitu sifat partisipatif dan gerak kolaboratif. Pemerintah dan Badan Pengelola Geopark harus sungguh berhati-hati untuk tidak menjadi pihak yang dominan. Alih-alih memusatkan bahasan dan pengambilan kebijakan pada kelompok kecil, pemerintah harus membuka peluang bagi banyak pihak untuk secara setara berperan serta.
Komposisi Badan Pengelola Geopark mendatang diharapkan akan memberi ruang pada beragam latar belakang : dari aktivis lingkungan, seniman, guru dan lain-lain. Keragaman yang akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, memberi roh membumi bagi Geopark Kebumen.
Senyampang geopark sedang ditata ulang, pijakan dan arah pun sedang ditimbang, saatnya membangun ruang-ruang keterlibatan publik yang lebih besar. Di sanalah relevansi dan signifikansi geopark akan lebih terasa bagi masyarakat.
*Sigit Tri Prabowo, Peminat Budaya dan Pelaku Ekonomi Kreatif







Saat ini belum ada komentar