Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerpen: Lintas

Cerpen: Lintas

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 908
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Aku menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

Mungkin memang tidak ada yang perlu dikatakan.

Mungkin memang begini cara kita berakhir. Bukan dengan kata-kata besar, bukan dengan air mata. Tapi hanya dengan duduk bersama, membiarkan waktu berjalan, sampai akhirnya kita berdiri dan melangkah pergi ke arah yang berbeda.

Aku ingin mengingat momen ini bukan sebagai perpisahan yang menyakitkan, tapi sebagai sesuatu yang pernah ada.

Kita tidak selalu harus menghabiskan sesuatu sampai tuntas. Kadang, membiarkannya berlalu begitu saja adalah cara terbaik untuk menyelesaikannya.

Suatu hari, kita lulus. Begitu saja.

Tanpa perayaan besar, tanpa euforia berlebihan. Hanya kita berdua, duduk di burjo biasa, masing-masing dengan segelas kopi dan sepiring camilan yang entah sudah berapa kali kita pesan sebelumnya.

“Jadi, kamu udah ada rencana?” tanyaku.

Kamu mengangguk. “Kayaknya mau kerja dulu, ngumpulin uang, mungkin nanti ambil beasiswa. Kamu?”

Aku tersenyum kecil. “Sama. Mau kerja dulu.”

Kita diam sebentar. Menyeduh kopi masing-masing. Aku tahu kita sama-sama menyadari sesuatu.

Kita akan pergi. Masing-masing.

Dan seperti garis-garis yang bersinggungan tanpa pernah berpotongan, akhirnya kita berjalan ke arah yang berbeda.

Aku ingin bilang sesuatu. Tapi aku tidak melakukannya.

Kamu juga tidak.

Kita hanya tersenyum. Seolah semuanya baik-baik saja. Seolah tak ada yang perlu diucapkan.

Dan mungkin, memang begitu adanya.

***

Tahun-tahun berlalu seperti embusan angin yang tak terasa. Tahu-tahu, kita sudah berada di tempat yang berbeda, menjalani hidup masing-masing.

Aku tak pernah lagi melihatmu di kota itu, tak lagi menemukan bayanganmu di sudut ruangan dengan gelas es teh yang tak pernah benar-benar kau minum. Aku pun jarang ke sana sekarang. Tempat itu masih ada, tapi rasanya berbeda.

Kadang-kadang, aku bertanya-tanya bagaimana kabarmu. Apakah kamu masih mengaduk teh sampai dingin? Apakah kamu akhirnya menyukai kopi tanpa gula?

Aku ingin mengirim pesan, sekadar menanyakan bagaimana hidup memperlakukanmu. Tapi jemariku selalu berhenti di tengah jalan, seperti ada garis tak kasatmata yang membatasi. Bukan karena aku tidak ingin, tapi mungkin karena beberapa hal memang lebih baik dibiarkan tetap seperti ini, tidak selesai, tapi juga tidak perlu dilanjutkan.

Suatu kali, aku melihat seseorang yang sekilas mirip denganmu di tengah keramaian. Langkahku refleks melambat, hatiku berdebar tanpa alasan yang jelas. Tapi saat orang itu menoleh, aku sadar itu bukan kamu. Ada sedikit perasaan aneh yang tidak bisa kujelaskan, campuran antara lega dan sedikit kecewa.

Mungkin, di suatu tempat, kamu juga pernah tanpa sadar mencari wajahku di antara kerumunan. Atau mungkin tidak.

Aku tidak tahu apakah takdir memberi kita kesempatan kedua, atau hanya memaksa kita untuk belajar melepaskan dengan cara yang paling diam-diam. Tapi kalau suatu hari semesta iseng mempertemukan kita lagi, aku harap aku cukup berani untuk bilang: aku pernah, dan mungkin masih, menyimpan kamu di tempat yang lembut dalam ingatanku.

“If love is real, then I’ll see you again. Maybe not in months or years, but at some point we’ll connect again, and next time we’ll do it right.”

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembahyang Rebutan

    Usai Sembahyang Rebutan, Kelenteng Kong Hwie Kiong Bagikan 4,5 Ton Beras

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.706
    • 0Komentar

    Lebih lanjut, Tjen Lay menerangkan bahwa sebelumnya umat menggelar upacara untuk mendoakan arwah para leluhur. Adapun arwah yang didoakan bukan hanya arwah keluarga, melainkan arwah secara umum termasuk yang tidak lagi mendapatkan perhatian keluarganya. “Bisa juga karena mereka tidak memiliki keluarga,” ujarnya. Manusia Selalu Ingat Asal Usulnya Sementara itu, dalam ritual tersebut disiapkan berbagai macam […]

  • Dihadiri Puluhan Penyair, SRMB Launching Buku Antologi Puisi “Kuputarung 2”

    Dihadiri Puluhan Penyair, SRMB Launching Buku Antologi Puisi “Kuputarung 2”

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.633
    • 0Komentar

    Hadir juga penyair Bambang Eka Prasetya Nittrimaya dari Magelang, dan Bunga Awalong dari Yogyakarta. Tampak juga Kabid PAUD Dikmas dan Kebudayaan Dra Seha Rahayu MM dan Ketua Umum DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo. Salah satu pamong SRMB, Bambang Indrajeet mengatakan penerbitan buku, terutama buku puisi dan karya sastra lainnya, diupayakan akan menjadi agenda rutin dan […]

  • Perbaikan Jalan di Kebumen Butuh Rp800 Miliar, Berapa Anggaran yang Tersedia?

    Perbaikan Jalan di Kebumen Butuh Rp800 Miliar, Berapa Anggaran yang Tersedia?

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.774
    • 0Komentar

    Pembagian Kelas Jalan Joni juga menjelaskan pembagian kewenangan jalan, yaitu jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa. “Kalau jalan nasional di Kebumen itu ada di perbatasan Banyumas, sampai kemudian Simpang Lima Kebulusan kemudian ke jalan lingkar sampai Kedungbener hingga Prembun. Itu jalan nasional yang pertama. Kemudian dari Daendels di Desa Wiromartan, kemudian sampai […]

  • Dugaan Korupsi Terstruktur di Pemdes Jladri, Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kebumen

    Dugaan Korupsi Terstruktur di Pemdes Jladri, Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kebumen

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.075
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Jladri, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen atas dugaan tindak pidana korupsi. Laporan resmi ini disampaikan oleh Pegiat Anti Korupsi Kebumen pada Jumat 28 Februari 2025. Wachid Pranoto (42), perwakilan Pegiat Anti Korupsi Kebumen, menjelaskan bahwa laporan ini berfokus pada dugaan korupsi dalam […]

  • Alumni HMI

    Barisan Alumni HMI se-Kebumen Ikrar Dukung Arif-Rista

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Arif Sugiyanto menyebutkan bahwa pihaknya fokus pada peningkatan SDM yang berdaya saing, unggul dan religius, berbudaya serta berwawasan global. Menurutnya, dalam membangun Kebumen tidak fokus pada persoalan infastruktur semata. Tapi lebih utama pada peningkatan kualitas SDM, karena problem utama di Kebumen adalah kemiskinan. “Kemiskinan tidak bisa dijawab dengan gencarnya membangun infastruktur jalan, tapi penguatan SDM,” […]

  • Lemkari

    Gashuku dan Yudansa Lemkari Zona Dua Pulau Jawa Sukses Digelar di Banyumas, 140 Karateka Ambil Bagian

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 931
    • 0Komentar

    Ketua Lemkari Jawa Tengah, Kompol Willy Budiyanto yang juga menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polresta Banyumas, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Lemkari dalam membina para atlet secara berjenjang dan profesional. “Kegiatan ini menjadi momentum spesial. Para atlet tidak hanya berlatih dan mengikuti ujian, tapi juga mendapat motivasi langsung dari jajaran pengurus pusat. Ini akan […]

expand_less