Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerpen: Lintas

Cerpen: Lintas

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 992
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Pernah suatu malam, hujan turun deras. Listrik sempat padam, hanya suara hujan dan detak jantung yang bisa kudengar jelas. Kamu panik. Dalam gelap, aku merasakan tanganmu menggenggam lengan bajuku erat-erat.

“Kamu di situ, kan?” tanyamu pelan, nyaris berbisik, tapi terasa sangat dekat.

Aku mengangguk, meski kamu tak bisa melihatnya. “Iya,” jawabku akhirnya. “Aku di sini.”

Kami terdiam. Dalam kegelapan dan suara hujan, keheningan itu tidak terasa canggung, justru terasa penuh. Ada sesuatu di udara, sesuatu yang nyaris mengungkapkan hal yang selama ini tak pernah kami bicarakan.

Tapi aku tetap diam. Begitu pun kamu.

Malam itu berlalu seperti hujan yang akhirnya reda. Seperti listrik yang menyala kembali, membawa terang dan kenyataan yang biasa. Tak ada yang berubah, tapi juga tidak sama.

Setelah itu, kita mulai saling bawa titipan kecil. Kamu bawa susu kotak buatku, aku bawa roti sobek kesukaanmu.

Kita bicara banyak. Kurasa saling mengerti, aku dan kamu. Tak banyak bisa kutemui orang sepertimu. Aku nyaman berada di dekatmu.

“Tiap aku lihat kamu, aku jadi inget wifi di kosan,” kataku suatu sore.

Kamu menatapku, bingung. “Kenapa?”

“Karena aku nggak bisa nggak nyari.”

Kamu tertawa kecil, lalu memukul lenganku pelan. “Garing.”

Tapi aku lihat kamu tersenyum. Dan itu cukup.

Aku menatap gelas kopiku yang tinggal setengah, sementara kamu sibuk berkutat dengan ponselmu. Kita sudah duduk di sini cukup lama, tapi tidak ada yang benar-benar bicara.

***

Waktu memang tidak selalu memberi aba-aba saat memutar halamannya. Tiba-tiba saja, apa yang dulu terasa dekat berubah jadi kenangan yang tak bisa disentuh. Percakapan jadi jarang, tawa tak lagi sering mampir, dan keberadaan kita yang dulu begitu wajar kini terasa seperti cerita dari babak lain.

Mungkin inilah fase berikutnya. Saat semuanya mulai bergeser pelan-pelan, seperti matahari yang tak lagi terasa hangat saat sore menjelang. Bukan karena cintanya hilang, tapi karena waktunya memang sudah hampir usai.

Dulu kita bicara soal lagu, tahu goreng, dan bintang malam. Sekarang kita bicara soal rencana setelah lulus, soal tempat tinggal baru, dan peluang kerja di kota yang tak sama.

Tapi sebelum itu benar-benar terjadi, sebelum semuanya resmi berjarak, kita masih duduk berhadapan di meja yang sama. Mencoba menikmati sisa waktu, seolah diam bisa memperlambat laju perubahan.

Suasana ini aneh. Bukan sunyi yang canggung, tapi juga bukan tenang yang nyaman. Rasanya seperti jeda sebelum sesuatu berakhir. Seperti adegan di film ketika dua tokoh utama duduk berdampingan, sama-sama tahu bahwa mereka berada di titik terakhir sebelum kisah mereka selesai.

Aku ingin bicara. Ingin mengatakan sesuatu yang bisa membuat momen ini lebih bermakna, sesuatu yang mungkin bisa mengubah arah. Tapi otakku kosong, seperti lembaran buku yang sudah sampai di halaman terakhir dan tidak ada lagi cerita yang bisa dituliskan.

Aku melirik piring di antara kita. Ada sisa nasi ayam bali yang sudah tidak menarik lagi setelah terlalu lama dibiarkan. Aku teringat bagaimana biasanya kamu akan mengulurkan piring ke arahku, membiarkanku mengambil suapan terakhir tanpa bertanya. Tapi kali ini, kamu tidak melakukannya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahmad Luthfi

    Begini Gaya Santai Gubernur Luthfi Ajak Kepala Daerah Berdiri Ikut Apel

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 808
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Apel pagi di halaman Kantor Gubernuran Jawa Tengah, Senin 26 Mei 2025 berlangsung tak biasa. Di tengah gerimis Gubernur Ahmad Luthfi tiba-tiba mengarahkan pandangan ke barisan kursi tamu yang ditempati para kepala daerah baik bupati dan wali kota. Dengan nada santai tapi mengena, orang nomor satu di Jateng itu mengajak mereka untuk […]

  • Danrem 072/Pamungkas Resmikan Jembatan Garuda, Perkuat Konektivitas Desa di Kebumen

    Danrem 072/Pamungkas Resmikan Jembatan Garuda, Perkuat Konektivitas Desa di Kebumen

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 902
    • 0Komentar

    AMBAL (KebumenUpdate.com) – Infrastruktur di Kabupaten Kebumen kini semakin diperkuat dengan diresmikannya Jembatan Garuda. Jembatan beton yang membentang di atas Sungai Sidandang, Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, ini menjadi solusi vital bagi aksesibilitas mobilitas warga. Jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar 2 meter ini berfungsi sebagai penghubung strategis antara Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, dengan Desa Wirogaten, […]

  • Mobil Suzuki Carry Terbakar di Dekat Perlintasan KA Gombong, Diduga Korsleting Aki

    Mobil Suzuki Carry Terbakar di Dekat Perlintasan KA Gombong, Diduga Korsleting Aki

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 605
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sebuah mobil Suzuki Carry berwarna biru metalik hangus terbakar di Jalan Puring, tepatnya di sebelah utara perlintasan kereta api Desa Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Senin pagi 22 Juni 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa mobil bernomor polisi AA-1150-GJ tersebut dikemudikan oleh Slamet Riyadi (48), […]

  • Dengar Tangisan di Tengah Malam, Warga Munggu Petanahan Temukan Bayi Laki-laki di Teras Rumahnya

    Dengar Tangisan di Tengah Malam, Warga Munggu Petanahan Temukan Bayi Laki-laki di Teras Rumahnya

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.901
    • 0Komentar

    “Masih kita lakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan informasi dari dari para saksi di lapangan,” jelas AKP Heru, Senin 17 Juli 2023. Apapun alasannya, meletakkan bayi dan meninggalkannya di suatu tempat dalam keadaan hidup, merupakan bentuk penelantaran terhadap anak. Aksi membuang bayi juga perbuatan tidak bertanggung jawab dan tidak manusiawi serta dapat dikenakan sanksi. Baca juga: Heboh, Warga […]

  • Kebakaran Sampah Liar Dekat Makam Singapatra Kebumen Berhasil Dipadamkan

    Kebakaran Sampah Liar Dekat Makam Singapatra Kebumen Berhasil Dipadamkan

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 295
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Tumpukan daun kering di tempat pembuangan sampah liar sebelah barat Makam Singapatra, Kelurahan/Kecamatan Kebumen, terbakar pada Senin, 7 September 2026. Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan bahwa peristiwa tersebut dilaporkan oleh warga sekitar pada pukul 13.00 WIB. Mengetahui adanya api, warga langsung berupaya memadamkan secara mandiri sebelum petugas pemadam […]

  • PKL Alun-alun

    Kembali Aktif, Bupati Arif Sugiyanto Kumpulkan PKL Alun-alun

    • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Bupati menjelaskan, sejauh ini yang berdagang di Kapal Mendoan baru PKL yang biasa berdagang di pagi atau siang hari. Untuk PKL di malam hari belum bisa beroperasi. Pihaknya menyatakan, tidak lama lagi semuanya akan dibuka. Sehingga semua pedagang bisa masuk. “Kita minta secepatnya semua kios yang ada di Kapal Mendoan bisa segera ditempati, nanti PKL […]

expand_less