Cerita Pendek: Sebentuk Hati (2-Habis)
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 5 Okt 2024
- visibility 2.545
- comment 0 komentar

Ilustrasi: Cerpen Sebentuk Hati.
Riri hanya diam dan melirik sekilas mendengar pertanyaan ibu mertuanya yang tak lain adalah sahabat ibunya.
“Biar aja Riri dinsini dulu Pak, Bu. Aku bisa balik minggu depan buat jemput. Lagian belum siap-siap juga,” jawab Barjo berusaha melindungi istrinya.
“Aku ikut kamu aja” tiba-tiba Riri menyahut lirih.
“Beneran? Kamu serius?” tanya Barjo tak percaya.
“Apa kamu keberatan aku ikut?” tanya Riri.
“Ohh enggak, justru aku seneng kamu ikut. Aku cuma gak nyangka,” ujar Barjo sembari tersenyum bahagia.
“Ya sudah kalian siap-siap. Naik kereta to? Nanti biar bapak suruhan orang buat beliin tiketnya. Kalian siap-siap aja,”
“Ya, Bu” jawab Barjo.
Baca Juga: Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)
Sore sebelum keberangkatan Riri dan suaminya ke Jakarta ia menyempatkan dating ke rumah orang tuanya yang hanya berjarak 500 meter.
“Pamit ya pak, Bu… Mohon doanya,” ucap Barjo sambil mencium tangan mertuanya.
Riri berpelukan dengan ibu dan bapaknya.
Barjo merengkuh tubuh istrinya. Membimbingnya pergi, menyongsong masa depan.
Kini hati, fikiran dan perasaannya hanya ada Riri, hanya untuk Riri istrinya. ***







Saat ini belum ada komentar