Tolak Pemagaran Lahan oleh TNI AD, Petani Setrojenar Pasang Poster di Jalur Pansela
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 17 Agu 2019
- visibility 6.634
- comment 0 komentar

Para petani memasang spanduk penolakan pemagaran lahan oleh TNI AD. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Pendamping warga Urutsewu, Dr Teguh Purnomo berharap ada titik temu untuk menyelesaikan perkara di Urut Sewu Kebumen. Model solutif agar masyarakat tidak dirugikan sedangkan TNI juga bisa melaksanakan tugasnya.
Terkait penyelesaikan ke ranah hukum, Teguh tidak keberatan. Tetapi justru TNI AD yang semestinya melakukan gugatan untuk membuktikan bahwa tanah yang bakal dipagari adalah aset yang dikuasai TNI.
“Dan kami minta sebelum ada kekuatan hukum tetap, pemagaran tidak dilanjutkan,” ujar Teguh Purnomo.
Baca Juga: Ribuan Hektare Tanaman Padi di Kebumen Dilanda Kekeringan
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz ingin persoalan di Urut Sewu selesai. Dia juga menekankan agar warga tidak dirugikan dalam masalah ini. Untuk itu, pihaknya siap untuk memfasilitasi jika warga ingin melakukan gugatan termasuk menanggung biayanya.
Dia mengakui, pesisir selatan Kebumen saat ini sangat strategis untuk dikembangkan di bidang pariwisata. Termasuk saat ini pihaknya sedang mengembangkan Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit. Ke depan pihaknya mendukung jika lapangan tembak yang ada di Urut Sewu dipindah menyusul keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo.
“Jika uji senjata dilaksanakan bisa membayakan penerbangan,” ujar Yazid Mahfudz. (ndo)







Saat ini belum ada komentar