Ribuan Hektare Tanaman Padi di Kebumen Dilanda Kekeringan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 7 Jul 2019
- visibility 4.014
- comment 0 komentar

Petani membuat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di sawah. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate) – Tahun ini Kabupaten Kebumen tampaknya akan menghadapi kekeringan yang cukup panjang. Awal Juli ini, kekeringan sudah melanda sejumlah wilayah di kabupaten berslogan “Beriman” ini.
Kekeringan berdampak pada keringnya lahan pertanian hingga krisis air bersih untuk kebutuhan minum warga. Namun pemerintah daerah tampaknya masih belum melakukan upaya yang berarti untuk mengatasi persoalan ini
Data awal Juni lalu, dari luas tanam 39.886 hektare padi sawah yang terancam kekeringan seluas 2.952 hektare. Lahan pertanian yang terdampak kekeringan sebagian besar di daerah hilir atau di daerah selatan Kebumen. Sejumlah kecamatan yang terkena dampak cukup parah adalah Kecamatan Buluspesantren dengan luas 213 hektare dengan umur tanaman 30 hari, Kecamatan Petanahan luas 20 hektare dengan umur tanaman 12 hari, dan Kecamatan Puring luas 547 hektare dengan umur tanaman 40 hari.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan tim identifikasi dan mitigasi kekeringan dari Kementerian Pertanian mendapatkan penyebab dari kekeringan di Kebumen. Antara lain, musim kemarau datang lebih awal sehingga menyebabkan curah hujan rendah, berkurangnya elevasi muka air waduk yang berpengaruh terhadap suplai air waduk ke jaringan irigasi berkurang ± 50 persen.
“Dampaknya hingga waktu musim tanam yang mundur,” ujar Sarwo Edhy, Minggu (7/7/2019).
Sementara itu, para petani mulai menggunakan sumber air alternatif, dengan memanfaatkan air permukaan Sungai Kedungbener dengan metode Jaringan Irigasi Air Permukaan (JIAP) untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren. Kemudian memanfaatkan saluran pembuangan sungai Rama/Glonggong di Desa Kaleng dan Desa Purwoharjo Kecamatan Puring dengan cara membuat bendung tidak permanen dan memompanya ke lahan sawah. (ndo)







Saat ini belum ada komentar