Tim Hibah Kosabangsa Unimugo Atasi Stunting di Desa Watuagung, Bangun Green House dan Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 13 Nov 2024
- visibility 1.625
- comment 0 komentar

Tim Hibah Kosabangsa Unimugo melaksanakan pelatihan penerapan teknologi integrated farming skala rumah tangga di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak. (Foto: Istimewa)
Pada pengimplementasi teknologi ini, Tim Kosabangsa Unimugo memberikan enam paket alat integrated farming pada keluarga yang anaknya mengalami stunting. Integrated Farming Skala Rumah Tangga ini menjadi salah satu solusi yang ditawarkan dalam penanganan stunting karena membudidayakan lele dalam drum.
“Kami memilih lele, selain memiliki nilai gizi tinggi, ikan ini memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan memiliki ketahanan hidup lebih kuat daripada ikan yang lain,” imbuh Sartono Putro MT selaku tim Kosabangsa.
Baca Juga: 671 Mahasiswa Baru UNIMUGO Ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus dan Darul Arqam
Dalam rangka penerapan teknologi integrated farming skala rumah tangga, dilakukan pelatihan oleh Sartono Putro MT terkait penggunaan alat dan pemanfaatannya. Integrated Farming System (IF ) dengan memanfaatkan maggot, larva lalat tentara hitam (BSF). Maggot dipakai sebagai agen pengolah sampah organik sisa kegiatan rumah tangga, yang menghasilkan biomassa maggot dan pupuk organic.
Sisa degradasi sampah organik oleh maggot menghasilkan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi oleh tanaman. Tidak berhenti di sana, maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak lele yang terdapat di drum. Ternak lele adalah sumber gizi protein keluarga, yang kelebihannya bernilai ekonomi tinggi.
Capai Ketahanan Pangan dan Kurangi Angka Stunting
Ketua PKK Desa Watuagung sekaligus Ketua Pengelola Green House Imas Masitoh mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Desa Watuagung untuk mengurangi angka stunting.
“Dengan diadakannya program green house dan penerapan teknologi integrated farming skala rumah tangga ini, harapannya Desa Watuagung dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih kuat dan mengurangi angka stunting secara signifikan.
Dengan adanya pelatihan hidroponik untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dan implementasi sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming), masyarakat desa dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bernutrisi dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal.
Baca Juga: Pemanfaatan Machine Learning dalam Dunia Kesehatan
Program ini juga diharapkan mampu menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan bergizi dan menjadikan integrated farming sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan hadirnya green house dan penerapan integrated farming di dekat wisata Embung Watuagung, diharapkan juga dapat menarik perhatian wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi desa, sekaligus menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat umum tentang ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, mengangkat kesejahteraan masyarakat, dan membangun generasi sehat di Desa Watuagung,” ujarnya.
Penulis: Wulan Rahmadhani SST MMR, Dr PH Bdn Adinda Putri Sari Dewi MKeb Apt, Eka Wuri Handayani MPH Bdn Umi Laelatul Qomar MPH.








Saat ini belum ada komentar