Breaking News
light_mode
Beranda » News » Tim Hibah Kosabangsa Unimugo Atasi Stunting di Desa Watuagung, Bangun Green House dan Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga

Tim Hibah Kosabangsa Unimugo Atasi Stunting di Desa Watuagung, Bangun Green House dan Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
  • visibility 1.698
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Pada pengimplementasi teknologi ini, Tim Kosabangsa Unimugo memberikan enam paket alat integrated farming pada keluarga yang anaknya mengalami stunting. Integrated Farming Skala Rumah Tangga ini menjadi salah satu solusi yang ditawarkan dalam penanganan stunting karena membudidayakan lele dalam drum.

“Kami memilih lele, selain memiliki nilai gizi tinggi, ikan ini memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan memiliki ketahanan hidup lebih kuat daripada ikan yang lain,” imbuh Sartono Putro MT selaku tim Kosabangsa.

Baca Juga: 671 Mahasiswa Baru UNIMUGO Ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus dan Darul Arqam

Dalam rangka penerapan teknologi integrated farming skala rumah tangga, dilakukan pelatihan oleh Sartono Putro MT terkait penggunaan alat dan pemanfaatannya. Integrated Farming System (IF ) dengan memanfaatkan maggot, larva lalat tentara hitam (BSF). Maggot dipakai sebagai agen pengolah sampah organik sisa kegiatan rumah tangga, yang menghasilkan biomassa maggot dan pupuk organic.

Sisa degradasi sampah organik oleh maggot menghasilkan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi oleh tanaman. Tidak berhenti di sana, maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak lele yang terdapat di drum. Ternak lele adalah sumber gizi protein keluarga, yang kelebihannya bernilai ekonomi tinggi.

Capai Ketahanan Pangan dan Kurangi Angka Stunting

Ketua PKK Desa Watuagung sekaligus Ketua Pengelola Green House Imas Masitoh mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Desa Watuagung untuk mengurangi angka stunting.

“Dengan diadakannya program green house dan penerapan teknologi integrated farming skala rumah tangga ini, harapannya Desa Watuagung dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih kuat dan mengurangi angka stunting secara signifikan.

Dengan adanya pelatihan hidroponik untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dan implementasi sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming), masyarakat desa dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bernutrisi dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal.

Baca Juga: Pemanfaatan Machine Learning dalam Dunia Kesehatan

Program ini juga diharapkan mampu menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan bergizi dan menjadikan integrated farming sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan hadirnya green house dan penerapan integrated farming di dekat wisata Embung Watuagung, diharapkan juga dapat menarik perhatian wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi desa, sekaligus menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat umum tentang ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, mengangkat kesejahteraan masyarakat, dan membangun generasi sehat di Desa Watuagung,” ujarnya.

Penulis: Wulan Rahmadhani SST MMR, Dr PH Bdn Adinda Putri Sari Dewi MKeb Apt, Eka Wuri Handayani MPH Bdn Umi Laelatul Qomar MPH.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sedulur Kebumen

    Lima Anaknya Tinggal di Luar Kota, Rumah Ambruk Pun Yudianto Tak Berdaya

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.174
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di usianya yang sudah senja, Yudianto (74) tinggal sendirian di rumahnya di kawasan padat penduduk Kampung Keposan, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen Berdasar pengakuannya, lima orang anaknya tinggal di sejumlah kota yang berbeda, yakni Surabaya, Semarang dan Surakarta. Namun sudah lama dia tidak berkabar. Bahkan nomor kontaknya saja dia sudah tidak punya. Atap Rumah Ambruk […]

  • Hari Pertama MPLS di SMAN 2 Kebumen, 4 Peserta Didik Terima Beasiswa Sigma

    Hari Pertama MPLS di SMAN 2 Kebumen, 4 Peserta Didik Terima Beasiswa Sigma

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 6.517
    • 0Komentar

    Kuota Penerima Beasiswa Adapun dua kuota penerima beasiswa Sigma diberikan untuk dua anggota ekstrakurikuler Gaspala (Gabungan Siswa Pecinta Alam). Sementara dua kuota lainnya untuk umum (non Gaspala). Jumlah ini berbeda dibanding tahun sebelumnya yang hanya dua penerima. Penambahan kuota penerima beasiswa Sigma tidak lain sebagai bentuk kepedulian alumni Gaspala kepada almamater yaitu SMAN 2 Kebumen. […]

  • Kapolres Kebumen meminta keterangan kepada tersangka. (Foto: Humas Polres Kebumen)

    Makelar Motor Dibekuk Polisi Usai Konsumsi Narkoba

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.879
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) Polres Kebumen menangkap seorang pria berinisial AS (39) warga Desa Pekuncen Kecamatan Sempor, Kebumen yang diduga pengguna narkoba jenis sabu. Tersangka AS ditangkap jajaran Sat Resnarkoba sesaat setelah mengkonsumsi sabu di sebuah rumah kost di Jalan Tentara Pelajar Desa Kawedusan, Senin 1 Juni 2020 sekira pukul 23.00 Wib. Kelabuhi  Petugas, Tersangka Buang Barang […]

  • Perangkat Desa di Kebumen Terjaring Razia Narkoba Bersama Rekannya

    Perangkat Desa di Kebumen Terjaring Razia Narkoba Bersama Rekannya

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.275
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebuah ironi mewarnai peringatan Hari Kartini di Kabupaten Kebumen. Alih-alih merayakan semangat emansipasi wanita, dua pria justru diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan keduanya terjadi pada Senin 21 April 2025 petang, sekitar pukul 18.20 WIB, di tepi perlintasan rel kereta api Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan. […]

  • Jemput Bola, Kelurahan Kebumen Targetkan Pembayaran PBB Sebelum Jatuh Tempo 100%

    Jemput Bola, Kelurahan Kebumen Targetkan Pembayaran PBB Sebelum Jatuh Tempo 100%

    • calendar_month Sel, 25 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Upaya jemput bola dilakukan tim Kelurahan Kebumen untuk mengingatkan warganya yang belum membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2023 dengan berkeliling mendatangi para wajib pajak mengingat jatuh tempo yang tinggal beberapa hari yakni 30 Juli 2023. Lurah Kebumen Murtiadi Hajar Kurniawan bersama tim kelurahan dengan koordinator Sekretaris Kelurahan, Widodo, serta Kasi […]

  • Ngamar di Hotel

    Kakek 75 Tahun Terjaring Razia Saat Ngamar di Hotel

    • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.291
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pria lanjut usia (lansia) turut terjaring dalam sebuah razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan oleh personel gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen, Badan Kesbangpol, TNI dan Polri, baru-baru ini. Kakek berusia 75 tahun berinisial KS warga Kecamatan Prembun, Kebumen tersebut sedang asyik di dalam kamar sebuah hotel bersama ML […]

expand_less