Terintegrasi Giant Sea Wall, Tol Kaligawe–Sayung Rp10,9 T Ditarget Atasi Rob dan Banjir Semarang-Demak
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 6 Jun 2025
- visibility 1.388
- comment 0 komentar

Pengerjaan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 yang terintegrasi dengan tanggul laut. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (Kebumenupdate.com) – Proyek Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 (Kaligawe–Sayung) sepanjang 10,63 kilometer yang terintegrasi dengan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut kini tengah dikebut.
Dengan anggaran sebesar Rp10,9 triliun, proyek ini diyakini menjadi solusi permanen penanggulangan rob dan banjir di wilayah pesisir Kota Semarang hingga Kecamatan Sayung, Demak.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Khusairi, mengungkapkan bahwa dari total panjang jalan tol tersebut, sepanjang 6,73 km dibarengi dengan pembangunan konstruksi tanggul laut. Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan.
“Progres keseluruhan proyek mencapai 42,81 persen. Kami targetkan pondasi giant sea wall rampung pada Desember 2025, dan awal 2026 sudah bisa difungsikan,” jelas Khusairi dalam peninjauan lapangan, Kamis 5 Juni 2025.
Rinciannya, Anggaran Rp10,9 Triliun Terbagi dalam Tiga Paket Pekerjaan:
-
Paket 1A senilai Rp2,02 triliun (progres 64,95%) mencakup peninggian Jembatan Kaligawe, pekerjaan elevated freeway, dan slab on pile.
-
Paket 1B sebesar Rp6,84 triliun (progres 42,29%) meliputi tanggul laut, revetment, jalan utama dari STA 1+586 hingga STA 8+314, ramp Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, serta pembangunan gerbang dan fasilitas tol.
-
Paket 1C senilai Rp2,11 triliun (progres 27,21%) untuk Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan, rumah pompa, serta saluran pembawa sepanjang 1.500 meter.
Ditargetkan, seluruh pekerjaan fisik Tol Kaligawe–Sayung ini akan selesai dan berfungsi secara penuh pada September 2027.
Upaya Pemerintah Pusat Tangani Banjir Rob Pesisir Utara Jateng
Gubernur Jawa Tengah mad Luthfi sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat menangani banjir rob di kawasan pesisir utara Jateng, khususnya Demak dan Semarang bagian timur.
“Kita sudah punya rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Termasuk normalisasi sungai dan pengerukan sedimentasi,” tegas Luthfi.
Dengan rampungnya tol sekaligus tanggul laut ini, pemerintah berharap kawasan rawan banjir seperti Kaligawe, Genuk, hingga Sayung dapat terbebas dari ancaman rob dan banjir musiman yang selama ini menjadi momok warga setempat.







Saat ini belum ada komentar