Teken Pakta Integritas, Ini Komitmen Anggota DPRD Kebumen Fraksi Partai Golkar
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 9 Sep 2019
- visibility 4.074
- comment 0 komentar

Ketua DPD Partai Golkar Kebumen Halimah Nurhayati menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua Fraksi Munawar Cholil yang tak lain suaminya sendiri. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Membawa Marwah Partai
Ketua DPD Partai Golkar Kebumen Halimah Nurhayati menjelaskan, kegiatan yang mengangkat tema “Sukses Pilkada 2020” itu dalam rangka sosialisasi termasuk dengan juklak dari DPP Nomor 15 tentang penjaringan calon bupati dan wakil bupati. Sehingga hal itu minimal tersosialisasikan di internal partai.
“Kegiatan ini sekaligus syukuran pelantikan anggota DPRD Kebumen dari Partai Golkar dan penyerahan rekomendasi dari DPP tentang Wakil Ketua DPRD Kebumen,” ujar Halimah di sela-sela acara.
Dengan penandatanganan pakta integritas, pihaknya menekankan kepada anggota dewan untuk membawa marwah Partai Golkar memiliki integritas sebagai wakil rakyat. Halimah berharap para anggota dewan turut membesarkan partai. Apalagi periode ini Partai Golkar memiliki unsur pimpinan dewan, sehingga aspirasi dari Partai Golkar dapat tersalurkan dengan baik.
“Untuk alat kelengkapan dewan seperti Komisi kami akan komunikasi dengan partai lain. Harapan kami akan dilakukan dengan lintas partai,” ujar Halimah.
Baca Juga: Pembentukan Fraksi Belum Beres, DPRD Kebumen Mulai Disorot
Menurut politikus yang menjadi anggota dewa tiga periode itu mengingatkan bahwa perubahan APBD sudah di depan mata. Sedangkan pimpinan definitif DPRD masih belum. Kemudian alat kelengkapan DPRD juga belum. Padahal sudah memasuki bulan September.
“Sehingga ada kekhawatiran jika hal ini tidak dipercepat akan berdampak pada molornya penetapan APBD Perubahan,” imbuhnya.
Pada bagian lain, Pengurus Kecamatan Bonorowo Wibisono Susanto mengatakan, terkait Pilkada 2020 dia meminta calon yang berintegriras dan berani menghilangkan politik uang. Dia juga berharap adanya transparansi di dalam tahapan menentukan bakal calon bupati wak wakil bupati dari Partai Golkar.
Wibi juga mengkritisi acara yang diselenggarakan DPD Partai Golkar itu bukan mengarah ke pendidikan politik, tetapi lebih cenderung sosialisasi tahapan Pilkada. “Hal itu terlalu tergesa-gesa, karena pasca Pileg 2019 dari DPD belum ada evaluasi terhadap caleg dan PK,” katanya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar