Tampar Siswa, Guru Madin Didenda Rp 25 Juta, Gus Yasin Turun Tangan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 19 Jul 2025
- visibility 1.594
- comment 0 komentar

Gus Yasin menemui Zuhdi guru madin yang didenda karena menampar muridnya. (Foto: Humas Jateng)
Wagub juga menyentil peran orang tua yang semestinya bersinergi dengan sekolah dalam membangun karakter anak. Ia menilai, pendidikan karakter tidak bisa diserahkan sepenuhnya pada guru.
“Pendidikan itu kerja bareng antara rumah dan sekolah, bukan saling menyalahkan,” katanya.
Pemprov Jateng Siap Dampingi dan Edukasi Masyarakat
Gus Yasin menyatakan Pemprov Jawa Tengah akan memperkuat program “Kecamatan Berdaya” dan menggandeng LBH serta paralegal untuk memberikan edukasi hukum ke masyarakat, hingga ke tingkat desa.
“Warga perlu tahu jalur hukum yang benar. Jangan sampai karena tak paham, mereka justru jadi korban tekanan atau pemerasan,” ujarnya.
Ia mengajak semua pihak untuk menurunkan ego dan kembali pada esensi pendidikan, yaitu membentuk generasi yang beradab dan mandiri. Ia berkomitmen untuk mendampingi guru-guru yang menghadapi tekanan hukum, agar mereka bisa kembali mengajar tanpa rasa takut.
“Alhamdulillah, Gus Yasin akan membantu dan memberi perlindungan hukum. Ini membuat saya tenang,” kata Zuhdi haru.
Zuhdi berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama, bahwa mendidik anak tak bisa hanya dihitung secara materi, tetapi dengan nilai, adab, dan kebersamaan.








Saat ini belum ada komentar