Tahun 2024, 31.059 Warga Jateng Berangkat Haji

Haji Jateng
Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana melepas jemaah haji kloter pertama. (Foto: Sigit (Humas Jateng)

BOYOLALI (KebumenUpdate.com) – Pada tahun 2024, jumlah jemaah calon haji asal Jawa Tengah yang diberangkatkan sebanyak 32.059 orang. Jumlah itu terbagi dalam 100 kelompok terbang (kloter).

Calon haji asal Kabupaten Temanggung menjadi yang pertama diberangkatkan ke Arab Saudi. Sedangkan kloter terakhir adalah jemaah asal Kabupaten Wonogiri, yang akan berangkat pada 10 Juni 2024.

Bacaan Lainnya

“Jadi ada sekitar 100 kloter akan kita berangkatkan. Dalam satu hari (diberangkatkan) tiga sampai empat kloter,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana seusai melepas jamaah calon haji di Gedung Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu 12 Mei 2024.

Baca Juga: 1.366 Calon Jamaah Haji Berangkat, Termuda Usia 18 Tahun

Dalam kesempatan itu, Nana melepas keberangkatan 352 orang jemaah calon haji kloter pertama Embarkasi Solo.

Untuk kali pertama, seluruh jemaah calon haji yang melalui Embarkasi Solo, mendapat fasilitas fast track, yang dapat menghemat waktu proses perjalananan ibadah haji. Fasilitas fast track, yaitu preclearance atau pemeriksaan dokumen jemaah haji oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia.

Sebelumnya, fasilitas ini hanya dilakukan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

“Ini adalah suatu pelayanan dan kemudahan yang diberikan kepada para jemaah haji. Kita harapkan tentunya ke depan pelaksanaan ibadah haji akan semakin baik,” ujar Nana dikutip dari jatengprov.go.id

Fasilitas Fast Track Menghemat Waktu Jemaah

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jateng, Mustain Ahmad menambahkan, keberadaan fasilitas fast track ini dapat menghemat waktu jemaah dalam proses perjalananan ibadah haji.

“Dengan demikian, Insya-Allah jemaah haji kita begitu landing di Arab Saudi, baik landing di Madinah maupun Jeddah, tidak perlu melakukan pemeriksaan imigrasi. Jemaah bisa langsung menuju ke hotel masing-masing,” katanya.

Baca Juga: Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis

Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki menambahkan, perbaikan layanan lainnya pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini adalah penerbitan smart card oleh Pemerintah Arab Saudi. Smart card dibagikan kepada seluruh jemaah haji, yang memang resmi menggunakan visa haji.

“Mereka yang tidak punya visa haji, dipastikan tidak bisa di tanah suci pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Itu pasti akan mengurangi tingkat crowded di sana. Insyaallah bisa tertata dengan baik,” tuturnya.

Pos terkait