Ditinggal Mati Ibu Tiri, Sri Depresi Hendak Bunuh Diri
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 4 Nov 2019
- visibility 4.044
- comment 0 komentar

Warga membujuk Sri agar tidak terjun ke Sungai Lukulo. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Ungkapan kejamnya ibu kota tak sekejam ibu tiri tampaknya perlu direvisi. Sebab, bagi Sri Sustiana (30) kasih sayang ibu tirinya setara dengan ibu kandungnya. Bahkan saat sang ibu tiri meninggal dunia, dia benar-benar kehilangan hingga mengalami depresi.
Tidak sampai di situ, warga Desa Kedungsari, Kecamatan Klirong, Kebumen itu hendak mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Sungai Lukulo, Jumat, 1 Nopember 2019. Tentu saja, aksi percobaan bunuh diri itu mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Ronggowarsito, Desa/Kecamatan Pejagoan.
Beruntung warga bersama aparat Polsek dan Koramil Pejagoan berhasil mengamankan Sri sehingga aksi nekat itu berhasil digagalkan. Setelah situasi sudah kondusif ibu paruh baya tersebut segera diamankan di Mapolsek Pejagoan sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarganya.
Baca Juga: Kakek Gantung Diri, Jasadnya Ditemukan Cucu Sendiri
Aksi yang menghebohkan waga itu terjadi sekira pukul 10.30 wib. Saat itu perempuan berjilbab itu berada di tengah jembatan dan tampak hendak melompat ke Sungai Lukulo. Warga yang berada di sekitar lokasi segera menghampirinya dan mencoba mencegahnya.
Tak lama jajaran Polsek Pejagoan yang datang ke lokasi kejadian bersama anggota Koramil Pejagoan melakukan pendekatan dan membujuk perempuan itu agar tidak melompat dari jembatan. Upaya tersebut pun berhasil dilakukan.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Iptu Tugiman mengungkapkan, setelah situasi aman dan kondusif, bersama anggota Polwan Polsek Pejagoan dan aggota dari Unit Pelayanan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kebumen, wanita tersebut akhirnya diantarkan ke rumah keluarganya.
Baca Juga: Lansia Gantung Diri di Kamar Mandi, Diduga Ini Penyebabnya
Setelah bertemu dengan keluarganya, diperoleh informasi bahwa perempuan itu sebelumnya memang mempunyai riwayat stres yang berawal dari depresi karena ditinggal meninggal oleh ibu tirinya. Bahkan perempuan itu juga pernah dua kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Magelang.
“Petugas yang mengantarkan memberikan pesan kepada pihak keluarga untuk benar-benar menjaga dan mengawasi yang bersangkutan sehingga kejadian itu tidak lagi terulang,” imbuh Iptu Tugiman. (git)







Saat ini belum ada komentar