Slamet Tohari, Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara yang Bantai 11 Korbannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 4 Apr 2023
- visibility 7.735
- comment 0 komentar

Slamet Tohari dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Banjarnegara. (Foto: Dok. Polres Banjarnegara)
Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio menyampaikan bahwa ada penambahan jumlah korban yang diduga dihilangkan oleh Slamet. Namun, pihaknya belum bersedia merinci berapa total korban dan identitas mereka.
“Untuk selanjutnya, jumlah korban berapa dan identitasnya dapat dijelaskan oleh pimpinan kami. Itu lokasi di area kebun yang sama dimiliki oleh ST (Slamet Tohari),” kata Bintoro yang memimpin penggalian dan pencarian jenazah seperti dikutip dari kompas.id
Kasus Terungkap Bermula dari Laporan Orang Hilang
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto SIK MH menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada 27 Maret 2023 Polres Banjarnegara menerima laporan pengaduan orang hilang dari anak korban berinisial GE. Bahwa ayahnya tidak bisa dihubungi dan keluarga tidak mengetahui keberadaan korban sejak Kamis 24 Maret 2023.
Pada bulan Juli GE bersama ayahnya untuk bertemu dengan temanya yang berada di Banjarnegara. Pada saat itu ia bersama dengan ayahnya berangkat dari terminal Jalur Sukabumi dengan menaik Bus Rapan Jaya Jurusan Sukabumi-Wonosobo.
“Sesampainya di daerah Wonosobo kemudian turun di pinggir jalan lalu bertemu dengan seorang yang selanjutnya diketahui bernama Mbah Slamet, lalu diajak ke rumahnya di Desa Balun Kecamatan Wanayasa Banjarnegara,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Banjarnegara, Senin 3 April 2023.
Ia mengungkapkan, sesampaianya di rumah tersangka lalu menuju kesalah satu ruangan dan anaknya disuruh menunggu. Kemudian diketahui pertemuan mereka untuk ikut penggandaan uang. Pada 20 Maret 2023 korban PO datang sedirian dari Sukabumi menuju ke rumah Mbah Slamet di Banjarnegara dengan menggunakan mobil Wuling warna hitam.








Saat ini belum ada komentar