50.000 Bibit Bakau Ditanam di Pesisir Selatan Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 13 Okt 2021
- visibility 940
- comment 0 komentar

Penanaman bibit bakau di Pantai Logending. (Foto: Istimewa)
AYAH (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 50.000 bibit bakau ditanam di pesisir selatan Kebumen melalui program “Polda Jateng Mageri Segoro”. Kegiatan penanaman diawali di Pantai Logending Kecamatan Ayah, Kebumen, Selasa 12 Oktober 2021.
Penanaman bibit bakau secara simbolis dilakukan Kapolres AKBP Piter Yanottama bersama dengan Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM dan para sukarelawan.
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menjelaskan, program Mageri Segero dari Polda Jateng mencanangkan 1 juta penanaman pohon bakau. Di Kebumen sendiri setidaknya ada 50.000 bibit bakau yang sudah disiapkan untuk ditanam.
Baca Juga: KomangMu Inisiasi Tanam 2.000 Bibit Bakau di Pantai Wiromartan
“Harapannya dengan adanya program ini bisa memicu semangat bagi semua pihak untuk bisa tetap peduli terhadap persoalan lingkungan. Karena bagaimana pun kita wajibkan melestarikan alam dan lingkungan untuk keberlanjutan generasi anak-anak kita mendatang,” tutur AKBP Piter Yanottama.
Kapolres menyampaikan, ini adalah progam berkelanjutan yang akan dilakukan oleh kepolisian bersama pemerintah daerah untuk mendukung keletarian lingkungan.
“Jadi tidak hanya mangrove, tapi penanaman pohon juga akan kita tanam di tempat-tempat lain,” katanya.
Sinergitas yang Baik

Penanaman bibit bakau di Pantai Logending. (Foto: Istimewa)
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyampaikan bahwa penanaman pohon bakau merupakan sinergitas yang baik antara kepolisian dengan pemerintah sebagai wujud implementasi dari program Nandur Wit Nggo Anak Putu. Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan lingkungan, penanaman pohon menjadi sangat penting dilakukan.
“Alhamdulillah ini adalah sinergitas yang baik, sekaligus bentuk komitmen kami dalam hal pelestarian lingkungan dengan penanaman 50.000 bibit bakau di wilayah pesisir Kebumen,” ujar Bupati.
Baca Juga: Terpesona Pada Indahnya Senja Pantai Surumanis
Menurut Bupati, konservasi lingkungan khususnya di bibir pantai Kebumen dibutuhkan untuk mencegah abrasi dan penahan terhadap tsunami. Mangrove dipilih karena relatif lebih murah dan membantu kelestarian lingkungan.
“Mangrove ini bisa menahan abrasi, lingkungan terjaga, dan biayanya murah. Bayangkan kalau harus menggunakan batu penghalang, tentunya harganya cukup mahal dan tidak ada produksi oksigen,” jelasnya.
Tak hanya itu, hutan mangrove juga bisa menjadi daya tarik sendiri bagi para wisata untuk datang ke Kebumen. Artinya mangrove ini punya nilai fungsi yang luar biasa, bukan hanya soal ketahanan lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomi yang bisa dikembangkan masyarakat melalui ekowisatanya.







Saat ini belum ada komentar