UNIMUGO Luluskan 100 Persen Uji Kompetensi Apoteker, Gelar Angkat Sumpah Profesi Angkatan II
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 26 Okt 2025
- visibility 483
- comment 0 komentar

Angkat sumpah profesi apoteker UNIMUGO. (Foto: Dok. UNIMUGO)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 40 lulusan Program Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) resmi diangkat sumpah dalam Upacara Sumpah Profesi Apoteker Angkatan II yang digelar di Auditorium kampus setempat, Sabtu 25 Oktober 2025.
Acara dihadiri oleh Ketua Kolegium Farmasi yang diwakili Prof Dr Apt Dyah Aryani Perwitasari MSi PhD FISQua, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Riptieni Tri Lutiarsi SKM MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr Iwan Danardono SpRad MMR, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kebumen Apt Mustolih SFarm, serta para preceptor apoteker mitra UNIMUGO.
Lulus 100 Persen Uji Kompetensi Nasional
Dalam sambutannya, Prof Dyah Aryani mengapresiasi capaian UNIMUGO yang berhasil meluluskan 100 persen peserta uji kompetensi nasional. Ia menilai, hasil tersebut menjadi bukti konsistensi kampus dalam menjaga mutu pendidikan profesi apoteker.
“Selamat kepada UNIMUGO atas upayanya menjaga kualitas pendidikan. Lulusan kali ini 100 persen dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi nasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para apoteker baru untuk segera memverifikasi sertifikat kompetensi melalui barcode yang dikeluarkan Konsil Kefarmasian Kementerian Kesehatan.
“Pastikan barcode pada sertifikat sudah diverifikasi oleh Konsil Kefarmasian Kemenkes RI agar sah secara nasional,” pesannya.
Prof Dyah juga menjelaskan bahwa Kolegium Farmasi berperan sebagai perpanjangan tangan Konsil Kefarmasian.
“Selama praktik, apoteker berada di bawah pembinaan Kolegium Farmasi. Jadi teruslah menjaga integritas dan profesionalitas,” tambahnya.

Peluang Karier Apoteker Masih Terbuka Luas
Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Riptieni Tri Lutiarsi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kebutuhan tenaga farmasi di Jawa Tengah masih sangat besar.
“Saat ini terdapat 881 Puskesmas dan 364 rumah sakit di Jawa Tengah yang masih membutuhkan tenaga farmasi, termasuk apoteker. Jadi peluang karier masih sangat luas, baik di fasilitas kesehatan maupun industri farmasi,” ungkapnya.
Riptieni juga mendorong apoteker muda untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjadi tenaga profesional yang tidak hanya meracik obat, tetapi juga memberikan edukasi dan harapan kesembuhan bagi pasien.
Rektor UNIMUGO: Jadilah Apoteker Berilmu, Berakhlak, dan Mengabdi
Rektor UNIMUGO, Dr Herniyatun MKep SpMat menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan seluruh mahasiswa menyelesaikan pendidikan profesi dengan hasil gemilang.
“Selamat kepada para apoteker baru. Perjuangan kalian luar biasa, penuh tugas, hafalan, dan praktik yang panjang. Hari ini adalah bukti kerja keras dan kesungguhan kalian,” ujarnya.
Ia berpesan agar para apoteker terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Jadilah apoteker yang berilmu luas, berhati lembut, dan berakhlak mulia. Teruslah belajar, karena dunia kesehatan terus berkembang. Niatkan setiap langkah pengabdian sebagai amal saleh,” tutupnya.

Mahasiswa Berprestasi dengan IPK Tertinggi
Koordinator Program Profesi Apoteker Dr Naelaz Wakhidatul K MFarm menyampaikan tiga lulusan terbaik berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yaitu:
- Annisa Nurlaili Sari – IPK 3,97
- Asyifa Hanum Salsabila – IPK 3,89
- Levinsa Asya Asyura – IPK 3,67







Saat ini belum ada komentar