Siap Tampil di TMII, 50 Penari Kebumen Matangkan Persiapan The Tales of Karangbolong
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 9 Apr 2026
- visibility 804
- comment 0 komentar

Pementasan perdana Sendratari The Tales of Karangbolong di Alun-alun Kebumen saat malam pergantian tahun. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen serius dalam mempromosikan kekayaan geocultural heritage ke tingkat nasional.
Melalui kolaborasi seni pertunjukan yang matang, sendratari “The Tales of Karangbolong” dijadwalkan akan tampil di panggung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Minggu, 12 April 2026 mendatang.

Sesi latihan penari Sendratari the Tales of Karangbolong sebelum tampil di TMII. (Foto: Hari)
Sebagai upaya menjamin kualitas estetika, latihan intensif yang berlangsung di Pendopo Kabumian pada Kamis 9 April 2026 dipantau langsung oleh pelatih dari Bravery Dancers Yogyakarta.
Keterlibatan peraih 1st Golden Buzzer Indonesia’s Got Talent 2023 ini bertujuan untuk memberikan sentuhan artistik modern tanpa menghilangkan marwah tradisional asli Kebumen.
Diketahui bahwa legalitas ‘The Tales of Karangbolong’ kini makin kokoh setelah resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Langkah Pemerintah Daerah ini bertujuan untuk memproteksi sekaligus mematenkan identitas budaya asli Kebumen di kancah nasional.
Adapun pertunjukan ini merupakan pengembangan struktural dari tarian kolosal Swardana Kabumian (Kebumen Fest 2025). Jika sebelumnya lebih bersifat singkat, versi “Tales of Karangbolong” berdurasi 45 menit ini menyajikan alur cerita yang lebih koheren dan mendalam.
Frisca Amalia Zain, pelatih dari Bravery Dancers, memaparkan bahwa perpindahan dari panggung lapangan (open space) ke panggung pertunjukan di TMII memerlukan efisiensi komposisi.
“Kami melakukan restrukturisasi pola lantai dari yang semula melibatkan 100 orang lebih, kini menjadi 50 penari inti. Fokus kami adalah ketajaman ekspresi dan transisi kostum yang cepat (quick change), mengingat ada penari yang harus memerankan peran ganda demi menjaga dinamika panggung tetap padat dan mengalir,” jelas Frisca.
Pementasan yang melibatkan talenta muda mulai dari usia sekolah dasar hingga dewasa ini bukan sekadar tontonan, melainkan misi diplomasi budaya.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap pementasan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata sejarah dan alam wilayah pesisir selatan, khususnya kawasan Geopark Kebumen kepada khalayak di ibu kota.
Pementasan ini akan dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai, menjadi jendela bagi para wisatawan dan perantau untuk melihat wajah baru kebudayaan Kebumen yang dinamis dan terlindungi secara hukum. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar