Saatnya Memberi Ruang Kepada Generasi Milenial di Pilkada Kebumen 2020
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 30 Jan 2020
- visibility 3.853
- comment 0 komentar

Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi MPdI. (Foto: Dok Pribadi)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Representasi kepemimpinan muda (generasi milenial) dalam membangun Kabupaten Kebumen ke depan sangat prospektif. Hal ini seiring dengan era disruption yang dinamis sekaligus menyambut masa bonus demografi. Era ini ditandai dengan meledaknya angkatan muda dan terjadinya pergeseran paradigma offline ke online di segala bidang.
Masa depan Kebumen menjadi milik generasi muda. Oleh karena itu anak muda tidak sekadar ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan harus menjadi subjek aktif pembangunan Kebumen.
“Untuk itu generasi milenial harus diberikan ruang dalam Pilkada Kebumen 2020. Setidaknya diakomodasi dalam posisi wakil bupati,” ujar Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi MPdI, Kamis, 30 Januari 2020.
Gandeng Anak Muda Memiliki Daya Tarik Tersendiri
Kandidat yang menggandeng tokoh muda, kata Imam Satibi akan memiliki daya tarik dan nilai jual tersendiri. Pilkada ke depan akan diwarnai isu keterwakilan sebagai representasi diri. Jika ada anak muda yang berani turut serta dalam Pilkada Kebumen 2020 dipastikan membuka peluang segmen pemilih muda yang sangat menjanjikan.
Dalam partisipasi politik generasi milenial sangat strategis karena dari persentase jumlah pemilih menyumbang suara cukup banyak dalam keberlangsungan Pilkada Kebumen 2020. Apalagi pola komunikasi termasuk dalam kampanye akan lebih banyak diwarnai kampanye online atau medsos.
“Jika ada perpaduan kandidat dengan generasi baby bombers (offline) dan milenial (online) tentunya memiliki nilai lebih jika berhadapan dengan yang lain,” ujar Imam Satibi.
Pecahkan Masalah Kemiskinan dengan Paradigma Anak Muda
Persoalan pembangunan ke depan, menurut Imam Satibi akan banyak beririsan dengan kepemudaan. Untuk itu dalam memecahkan masalah, paradigma anak muda harus digunakan. Sehingga sangat tepat jika anak muda menjadi skala prioritas dan capaian pembangunan khususnya berkaitan dengan ancaman kemiskinan bagi generasi muda.
“Mengingat pentinya itu, saya sangat berharap kandidat Pilkada Kebumen 2020 tidak didominasi generasi jadul, baik dalam jadul cara berfikir maupun jadul dalam usia. Setidak tidaknya ada pasangan bakal calon yang berfariatif dari kedua unsur,” tandasnya. (ndo)









Saat ini belum ada komentar