Solusi Banjir Rob Sayung, Pakar Undip: Hanya Tanggul Laut
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Jun 2025
- visibility 634
- comment 0 komentar

Pembangunan tol yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Banjir rob yang terus menerjang kawasan Sayung, Kabupaten Demak sejak 1990 dinilai hanya bisa diatasi dengan pembangunan tanggul laut. Proyek tanggul rob yang terintegrasi dengan Jalan Tol Semarang-Demak saat ini tengah dikebut oleh pemerintah pusat dan diperkirakan rampung pada 2027.
Genangan rob kini meluas hingga ke jalan raya, tak lagi terbatas di kawasan permukiman. Ketinggian air bisa mencapai 50 cm, terutama pada malam hari saat pasang laut ekstrem.
Ahli tata kota Universitas Diponegoro, Prof Dr Ing Wiwandari Handayani ST MT MPS, menyatakan pembangunan tanggul laut merupakan satu-satunya solusi cepat untuk mengatasi rob yang dipicu oleh perubahan iklim.
“Hanya tanggul laut yang mampu menahan naiknya muka air laut akibat fenomena iklim ekstrem,” ujarnya.
Tanggul laut yang dibangun di wilayah Semarang–Demak ini terintegrasi dengan proyek tol sepanjang 10,6 km dan dirancang untuk mengeringkan lahan seluas 576 hektare. Infrastruktur ini juga mencakup pembangunan Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan guna menampung air sementara sebelum dialirkan ke laut.
Dorong Partisipasi Warga dalam Pengelolaan Lingkungan Pesisir
Prof Wiwandari menegaskan, masyarakat tidak bisa langsung berharap manfaat instan dari tanggul laut karena proyek masih dalam tahap pembangunan. Untuk jangka panjang, ia mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan pesisir, termasuk penanaman mangrove dan pengembangan perikanan berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi program Mageri Segoro yang digagas Pemprov Jawa Tengah, berupa penanaman 1,5 juta pohon mangrove di atas lahan seluas 150 hektare untuk mengurangi abrasi dan menjaga kesehatan ekosistem pesisir.
“Pemerintah akan kewalahan jika masyarakat tidak dilibatkan menjaga lingkungan. Perubahan iklim dan pembangunan kota akan terus berlangsung,” tambahnya.
Tol Semarang-Demak Seksi 1 Dirancang Menyatu dengan Konstruksi Giant Sea Wall
Sambil menunggu rampungnya tanggul laut, Pemprov Jateng mengambil sejumlah langkah penanganan banjir rob, seperti pompanisasi, normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan pengerukan sungai. Selain itu, warga terdampak menerima bantuan seperti sembako, alat tulis sekolah, serta layanan kesehatan gratis melalui Program Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Sementara itu, Kepala BBPJN Jawa Tengah-DIY, Khusairi, menyatakan bahwa proyek Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 dengan anggaran Rp10,9 triliun dirancang menyatu dengan konstruksi giant sea wall sebagai solusi terpadu untuk banjir rob dan limpasan air pasang.










