Tingkatkan Daya Saing, Pengelola Desa Wisata Dilatih Tata Kelola Destinasi Pariwisata
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 21 Jul 2020
- visibility 8.510
- comment 0 komentar

Kepala Disporawisata Kebumen H Azam Fatoni SH MSi menyematkan tanda peserta pelatihan. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Guna meningkatkan daya saing kepariwisataan diperlukan tata kelola destinasi pariwisata yang baik. Sepanjang mampu dan menata dengan baik segala potensi dan peluang yang ada, diyakini pada saatnya Kebumen tidak hanya sebagai kota persinggahan wisata saja tetapi menjadi kota tujuan wisata.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Porawisata Kebumen H Azam Fatoni SH MSi saat membuka Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kebumen di Hotel dan Restoran Candisari, Senin 20 Juli 2020. Pelatihan rencananya akan berlangsung hingga Kamis 23 Juli 2020.
“Diharapkan dari pelatihan ini kapasitas sumber daya manusia pariwisata untuk mengelola, memberdayakan, melestarikan dan mengoptimalkan sumber daya pariwisata yang ada semakin meningkat,” ujar Azam Fatoni.
Pelatihan Diikuti Oleh 40 Peserta
Pelatihan diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas pengelola 12 desa wisata yang telah memiliki SK bupati dan sembilan desa wisatapotensial. Pelaksanaan pelatihan dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain mendapat fasilitas pelatihan, peserta juga mendapatkan masker dan faceshield serta hand sanitizer.
Azam menjelaskan bahwa pelatihan tata kelola destinasi pariwisata merupakan program nasional dari Kementerian Pariwisata RI melalui Dana Alokasi Khusus (DAU). Kegiatan itu dilaksanakan oleh Pemkab Kebumen melalui Dinas Porawisata Kebumen.
“Upaya ini dilakukan sebagai perwujudan bahwa pemerintah harus hadir dalam mewujudkan pengelolaan destinasi pariwisata. Sehingga tercapai kesejahteraan bagi masyakat dan memunculkan daya saing di bidang pariwisata,” ujar Azam Fatoni dalam sambutannya.
Destinasi Tidak Hanya Dikenal di Sekitar Kebumen

Kepala Disporawisata Kebumen H Azam Fatoni SH MSi memberikan sambutan. (Foto: Istimewa)
Lebih lanjut, Azam memyampaikan bahwa melalui tata kelola destinasi pariwisata diharapkan destinasi yang ada di Kebumen tidak hanya dikenal di sekitar Kebumen tetapi juga bisa dikenal oleh wisatawan dari belahan dunia. Harapan awal adalah destinasi yang ada di Kebumen dikenal terlebih dahulu.
“Walaupun mungkin wisatawan yang melihat belum berencana untuk datang paling tidak sudah mengetahui jika di Kebumen ada destinasi wisata tersebut,” katanya.
Diharapkan para pengelola destinasi wisata bisa menciptakan persepsi yang baik dan menarik terhadap destinasi yang dikelolanya. Dengan konten atau materi yang ditata sedemikian rupa diharapkan para wisatawan lokal maupun mancanegara bisa tertarik untuk mengunjungi destinasi yang dimaksud.







Saat ini belum ada komentar