Pengacara Senior Kirim 12 Tangki Air Bersih untuk Korban Kekeringan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 30 Sep 2019
- visibility 2.078
- comment 0 komentar

Pengacara HD Sriyanto SH MH MM menyalurkan langsung bantuan air bersih di Desa Tugu, Kecamatan Buayan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Kekeringan yang cukup panjang membuat warga Dusun Kalisemo, Desa Tugu, Kecamatan Buayan, Kebumen benar-benar mengalami krisis air bersih. Saat ini mereka mengandalkan bantuan yang dikirim oleh Pemkab Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen maupun pihak donatur.
Maka saat kiriman air bersih datang, mereka pun menyambutnya dengan antusias. Seperti terlihat, Sabtu (28/9/2019) warga begitu gembira menyambut kedatangan mobil tangki air yang datang ke desa tersebut.
Mobil itu mengangkut bantuan air bersih dari pengacara senior Kebumen HD Sriyanto SH MH MM bersama H Darmono SH dan dokter H Usodo. Bekerjasama dengan BPBD Kebumen HD Sriyanto mengirimkan 12 tangki air bersih untuk warga yang mengalami krisis air bersih di desa tersebut.
Baca Juga: Kekeringan di Kebumen Meluas, 66 Desa Krisis Air Bersih
Bantuan air bersih itu disalurkan langsung di lokasi kekeringan. Tampak mendampingi Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Salam SH. Secara simbolis, Sriyanto mengucurkan selang air ke dalam wadah dari terpal tempat warga mengambil air bersih.
HD Sriyanto mengatakan, dirinya tergerak untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih. Paling tidak, bantuan air bersih itu dapat meringankan beban warga yang berada di daerah terdampak kekeringan.
“Bantuan ini murni didasari atas kemanusiaan, tidak ada tendensi politik apapun,” ujar Sriyanto di sela-sela mengirim bantuan acara.
Baca Juga: PLN UP3 Cilacap Kirim Air Bersih untuk Korban Kekeringan
Dengan menyalurkan secara langsung, mantan anggota Polri itu menjadi tahu bagaimana kondisi masyarakat di daerah pegunungan. Betapa sulitnya mereka mendapatkan air sekadar untuk minum dan memasak.
“Kami menjadi lebih bersyukur mendapatkan kemudahan mendapatkan air dan lebih bijak dalam menggunakannya,” imbuh Sriyanto.
Salah satu warga Dukuh Kalisemo mengatakan bahwa di dusun desa itu sejak Mei 2019 lalu warga sudah mengalami kesulitan air. Untuk itu warga menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan warga desa setempat.
Baca Juga: Berdoa Minta Hujan, Santri Pondok Al Hasani Gelar Salat Istisqo
Tanpa ada kiriman bantuan air bersih warga harus mencarinya sumber mata air yang cukup jauh. Sedangkan untuk mandi dan cuci pakaian dilakukan di Kali Karak di Desa Redisari, Kecamatan Rowokele yang jaraknya mencapai tiga kilometer.
“Jelas ini sangat membantu. Air bantuan ini hanya untuk air minum dan memasak. Sedangkan untuk mandi harus pergi ke sungai,” ujar salah satu warga. (ndo)








Saat ini belum ada komentar