

KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Pencarian terhadap seorang penambang pasir yang tenggelam di muara Sungai Lukulo membuahkan hasil. Jasad Rudi Hartono (48) warga Dukuh Beji RT 04 RW 10 Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, Kebumen ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa, 14 Januari 2020 pukul 16.45 wib.
Jasad korban ditemukan di seputaran Sungai Bedahan sekitar 2 kilometer arah barat dari lokasi kejadian. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi oleh tim SAR melalui Sungai Buntu Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan.
Baca Juga: Penambang Pasir Tenggelam di Sungai Lukulo Setelah Perahu Terbalik, Begini Kronologinya
Selanjutnya, jasad korban yang sehari-hari tinggal di Kompleks Eksodan Dukuh Sidomulyo RT 04 RW 05 Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong itu akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Diberitakan sebelumnya, seorang penambang pasir tenggelam di Sungai Lukulo setelah perahu yang dinaiki terbalik. Peristiwa itu terjadi muara Sungai Lukulo masuk wilayah Dukuh Sidomulyo, Desa Tanggulangin, Klirong, Kebumen Senin, 13 Januari pukul 14.30 wib.
Peristiwa itu bermula Senin, 13 Januari 2020 sekira pukul 13.00 wib. Korban bersama rekannya Turisman (38) warga Dukuh Bayeman Desa/Kecamatan Kuwarasan, Kebumen sedang menambang pasir secara manual menggunakan perahu di muara Sungai Lukulo.
Karena perahu sudah penuh muatan pasir, korban dan Turisman hendak menepi untuk memindahkan pasir. Mereka menepi dengan cara memotong arus air. Sayangnya, karena arus terlalu deras mengakibatkan perahu sarat muatan pasir yang mereka tumpangi terbalik.
Turisman yang bisa muncul ke permukaan air berusaha menolong korban. Namun karena derasnya air sungai, korban hanyut dan tidak terlihat lagi.
Sementara itu, Satuan Polair Polres Kebumen meminta para nelayan untuk melengkapi diri dengan alat keselamatan berupa pelampung saat mencari ikan (berlayar). Imbauan itu disampaikan oleh Aiptu Sunarkristo saat melaksanakan patroli dialogis di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI).
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Iptu Tugiman mengatakan, patroli dialogis untuk meminimalisir korban jiwa jika terjadi kecelakaan laut. Patroli dialogis untuk mengantisipasi keselamatan berlayar pada saat cuaca buruk akhir-akhir ini.
“Seringkali jika terjadi kapal terbalik, nelayan tidak selamat karena tidak membekali pelampung saat mencari ikan,” ujarnya. (ndo)
News & Inspiring