Jelang Purna Jabatan, Ini Pesan Bupati Kebumen Yazid Mahfudz
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 23 Jan 2021
- visibility 2.134
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jelang berakhirnya jabatan sebagai Bupati Kebumen pada 17 Februari 2021, KH Yazid Mahfudz menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kebumen. Dia menyadari sejak menjabat sebagai bupati, masih memiliki banyak kekurangan dalam merealisasikan program-program yang sudah dijanjikan. Semua karena dia merasa bukan orang sempurna.
Hal itu disampaikan Yazid di sela-sela kesibukanya, di rumah dinas Bupati Kebumen, Kamis 21 Januari 2021. Adapun jabatan orang nomor satu di kabupaten berslogan Beriman ini selanjutnya akan dipegang oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang saat ini telah ditetapkan oleh KPU sebagai Bupati Kebumen terpilih untuk periode 2021-2024.
“Saya sendiri mohon maaf jika selama saya menjabat banyak kekurangannya, ada hal-hal yang tidak berkenan bagi masyarakat Kebumen agar dimaafkan karena saya bukan Superman. Saya adalah manusia biasa yang ada kekurangan dan kelebihannya. Untuk itu, saya secara tulus mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangannya selama ini,” ujar Gus Yazid, sapaan akrabnya.
Ingin Menjadi Rakyat Biasa Seperti Dulu
Yazid mengaku selama menjabat tidak punya masalah apapun. Untuk itu setelah purna tugas dirinya mengaku tidak punya obsesesi atau ambisi apa-apa, melainkan hanya ingin menjadi rakyat biasa, seperti dulu pada saat dirinya belum punya jabatan apa pun.
“Alhamdulillah saya sudah selesai dengan baik tidak ada masalah selama saya menjabat, dan mohon doa restu kepada masyarakat Kebumen saya kembali ke masyarakat. Seperti biasa sebagai warga biasa dan saya tetap akan mendukung pemerintahan yang ada,” ucap Yazid.
Lebih jauh Yazid menyatakan selama menjabat sebagai bupati setidaknya sudah melakukan sesuatu untuk menjadikan Kebumen menjadi lebih baik. Beberapa penghargaan sudah didapat, di antaranya menerima tiga inovasi Goverment Awards, yakni penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.
Kemudian Mall Pelayanan Publik dan berdirinya Trio Mall dan hotel yang proses pengerjaanya kini masih berlangsung. Selanjutnya dengan ditetapkannya Geopark Karangsambung Karangbolong, dan sedang menuju UNESCO untuk menjadi Global Geopark.
“Ini perlu ditindaklanjuti pemerintah yang akan datang, dan inovasi kampung garam ini sangat luar biasa. Ini nomor 45 menyisihkan inovasi-inovasi kabupaten lain. Ini juga harus dikembangkan,” ucapnya.
Memajukan Kebumen Butuh Inovasi
Menurut dia, untuk memajukan Kebumen butuh inovasi, dan kerja sama yang baik antara bupati, wakil bupati dengan para OPD dan seluruh jajaran masyarakat. Tak lupa, Yazid mengucapkan selamat kepada Arif Sugiyanto yang sudah terpilih sebagai Bupati Kebumen, menggantikan dirinya.
“Kepada Bupati terpilih saya mengucapkan selamat kepada H Arif Sugianto yang akan dilantik pada 17 Februari 2021 menggantikan saya. Tentunya kondisi Kabupaten Kebumen saat ini sangat luar biasa, aneka ragam pariwisata ada laut ada pegunungan dan masyarakatnya macam-macam,” ucapnya.
Selain itu, dia berpesan bahwa bupati adalah milik semua warga Kebumen. Karena itu, bupati ke depan harus lebih banyak lagi melihat, dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Tak kalah penting, bupati dan wakil bupati harus kompak.
“Bupati dan wakil bupati harus kompak, kalau tidak kompak nggak mungkin akan jalan pemerintahan. Bupati harus fokus pada pekerjaannya. Sebagai bupati jangan disambi ini penting. Karena kalau masih disambi dengan usaha-usaha yang lain tidak akan fokus. Fokus pun belum tentu baik apalagi tidak fokus,” tambahnya.
Pengentasan Kemiskinan Jadi PR Berat Bupati Baru
Adapun hal perlu diselesaikan dan menjadi PR yang berat bagi bupati yang baru adalah pengentasan kemiskinan. Menurutnya, kemiskinan ini juga berkaitan dengan mental masyarakatnya. Artinya kata dia, masyarakat Kebumen ke depan harus diajak berpikir maju, bermental kuat, cerdas dan giat bekerja.
“Penyelesaian kemiskinan masalah mental. Kesehatan dan SDM juga. Maka saya berinovasi untuk mendirikan UNS di Kebumen. Karena SDM kita masih rendah itulah masalah kemiskinan terkait masalah SDM kesehatan dan lain sebagainya,”ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa di Kebumen surplus padi 120.000 ton dan orang miskin di Kebumen bukan karena tidak makan, namun karena penghasilannya itu yang belum memenuhi standar. (***)







Saat ini belum ada komentar