Silakoma Menjadi Wadah Berjejaring Komunitas di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 26 Jun 2019
- visibility 4.613
- comment 0 komentar

Pegiat komunitas saat halal bihalal di RMT Gombong. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
DALAM beberapa tahun terakhir berbagai komunitas yang digawangi oleh anak-anak muda muncul dan bergeliat di Kebumen. Komunitas-komunitas itu bergerak di sejumlah bidang meliputi pendidikan, seni dan budaya, lingkungan, fotografi, pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga pariwisata.
Sejumlah komunitas muda tersebut meliputi Kebumen Keren, Heart of Spora, Bengkel Mimpi, Pansela, Komunitas Kedung, Kebumen Mengajar, Komunitas Pusaka Gombong (Kopong), Forum UMKM Online. Kemudian Kampung Wisata Inggris Kebumen, Berita Kebumen, Kebumen Memotret, Eksplore Kebumen, Likuran Paseduluran, dan Fasilitator Muda.
Awal 2016, sebanyak 14 komunitas tersebut sudah terjalin komunikasi dalam sebuah forum bertajuk Silaturahmi Komunitas Muda Kebumen (Silakoma).
Menurut salah satu penggagas Silakoma, Iqbal Kautsar, Silakoma mulai digagas sejak Februari 2016 saat ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 20 komunitas di Kebumen untuk membangun jaringan. Berdasarkan data saat ini ada 27 komunitas yang berhimpun di forum silaturahmi ini. Berbagai bidang yang digeluti antara lain lingkungan, literasi, pendidikan alternatif, usaha kecil, seni, heritage dan lain-lain.
“Sebagai sebuah wadah yang sangat cair, memang tidak ada istilah anggota dalam forum Silakoma. Komunitas apapun yang memiliki kepedulian bagi kemajuan Kebumen dapat bergabung, namun tidak dihalangi pula jika kemudian non-aktif di forum ini,” ujar Iqbal Kautsar dalam halal bihalal di Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong, baru-baru ini.
Baca Juga: Ini Pentingnya Sekolah Pra Nikah Bagi Calon Pengantin
Menurut Iqbal, keterlibatan komunitas menjadi salah satu kunci bagi berbagai program pemerintah, termasuk pengembangan kawasan Geopark Karangsambung Karangbolong. Sekalipun telah ditetapkan sebagai geopark nasional sejak November 2018, geopark masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat Kebumen.
“Di sini komunitas perlu ikut berperan menjadi agen informasi agar persepsi tentang geopark dapat terbangun di tengah masyarakat,” imbuh Iqbal.
Dalam acara halal bihalal, itu dimanfaatkan dengan beberapa kegiatan, salah satunya mendengarkan paparan mengenai Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong (GNKK) yang disampaikan oleh Penelit Senior LIPI Karangsambung, Chusni Ansori MT.
Selain belajar mengenai geopark, dalam kesempatan itu hadir juga Amal Purnama, seorang pegiat komunitasi dari Yogyakarta. Amal berbagi pengalaman terkait pengelolaan komunitas dan kiat-kiat agar komunitas dapat bertahan dan terus berkegiatan.
Jadi Katalog Komunitas
Pimpinan Roemah Martha Tilaar Sigit Tri Prabowo mengaku tercengang melihat selama beberapa tahun ini di Kebumen bermunculan berbagai komunitas yang dengan tulus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat. Mereka beraktivitas tanpa pamrih, tidak membawa kelompok maupun golongan mana pun.
“Saya berharap, forum ini dapat menjadi ajang berjejaring bagi komunitas-komunitas muda tersebut.
Sedangkan menurut Kepala Bidang Perekonomian BAP3DA Kebumen, Yunita Prasetyani, Silakoma menjadi salah satu saluran komunikasi pemerintah dengan komunitas.
“Bisa dikatakan Silakoma saat ini menjadi katalog komunitas di Kebumen. Setiap kali kita membutuhkan informasi atau komunikasi dengan komunitas, kami dapat mengandalkan group Silakoma untuk menghubungi komunitas tersebut. Tak jarang lewat Silakoma kami mendapatkan banyak informasi bermanfaat terkait berbagai hal yang berkembang di masyarakat,” kata Yunita. (ndo)







Saat ini belum ada komentar