Panen Padi Jaliteng Hingga Buah Golden Mama di Kebun Agri Smart
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 21 Jul 2022
- visibility 2.641
- comment 0 komentar

Bupati bersama Ketua TP PKK Kebumen panen buah golden mama. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
“Jadi lahan sekecil apapun kalau kita bisa menggunakan menjadi lahan produktif dengan bercocok tanam maka ini bisa untuk menciptakan ketahan pangan, khusus di lingkup keluarga. Saya yakin semua bisa melakukan itu, dimulai dari terkecil bisa dengan nanam cabai, terong, kangkung dan lain-lain,” ucapnya.
Bupati menyebutkan Kebun Agri Smart tadinya merupakan lahan kosong yang tidak produktif, atau terbengkalai. Namun saat ini bisa berubah menjadi kebuh dengan aneka macam tanamam buah dan sayuran. Bahkan perikanan pun ada.
“Dari Agri Smart ini kita bisa mensuplai kebutuhan pangan pendopo dari hasil panen, baik itu padi, cabai, lengkuas, jahe, kunir, sayur mayur, buah-buahan, dan juga ikan di sini ada ikan nila, lele, sama gabus, sudah cukup lengkap,” jelasnya.
Agri Smart ini sudah didatangi ribuan pengunjung yang ingin melihat dan belajar bercocok tanam dengan berkebun.
Padi Jaliteng Cocok Dibudidayakan di Kebumen

Bupati bersama Ketua TP PKK Kebumen panen padi jaliteng. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Sementara itu, padi Jaliteng mulai bisa dipanen setelah 113 hari ditanam di lahan seluas kurang lebih 25 m3 tersebut. Padi hitam tersebut didatangkan dari Balai Penelitian Padi Sukamandi, Jawa Barat. Dalam satu hektare di masa panen ini bisa menghasilkan 9 ton gabah.
“Rata-rata di Kebumen panen padi satu hektar hanya 4 sampai 5 ton,” ujar Bupati Arif Sugiyanto.
Baca Juga: Gapoktan di Kebumen Terima Bantuan Puluhan Traktor, Pompa Air, Hingga Mobil
Dia menyebutkan bahwa padi ini sangat rendah kalori, kemudian teksturnya pulen karena ada perpaduan padi dengan ketan hitam. Sangat cocok untuk kesehatan, khususnya bagi yang terkena penyakit diabetes karena rendah kalori.







Saat ini belum ada komentar