Miliki Keunggulan, 3 Desa di Kebumen Jadi Pilot Project Smart Village (Desa Cerdas)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 2 Nov 2023
- visibility 9.559
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto didampingi Wabup Ristawati Purwaningsih menyaksikan penandatanganan komitmen bersama pembangunan Desa Cerdas (Smart Village). (Foto: Hari)
Konsep Smart Village atau Desa Cerdas
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kebumen, Sukamto, menambahkan bahwa desa cerdas atau smart village merupakan sebuah konsep yang menggabungkan teknologi, informasi, dan komunikasi. Termasuk di dalamnya adalah teknologi tepat guna.
“Misalnya ada sebuah desa yang memasang CCTV untuk mendukung keamanan. CCTV tersebut ternyata juga bermanfaat untuk yang lain misalnya kebersihan, di mana mengawasi warganya untuk tertib membuang sampah,” kata Sukamto.
Baca juga: Dukung Smart Village di Kebumen, UNS Kembangkan Aplikasi SIK Smart Berbasis Android
Termasuk di dalamnya mengenai tata kelola pemerintahan seperti penggunaan e-letter, kemudian transparansi anggaran seperti CMS, lalu smart economy di mana sebuah badan usaha milik desa harus menggunakan platform digital seperti market place atau e-commerce.
“Desa Kawedusan sudah diusulkan menjadi desa digital. Sebuah awalan yang baik. Karena untuk menjadi Desa Cerdas harus ada awalannya, karena kita melanjutkan yang sudah ada. Kalau Tanahsari, masyarakatnya banyak yang berwirausaha. Makanya di sana ada jas hujan yang pemasarannya sudah luas. Dan kita bantu pemasarannnya dengan e-commerce. Termasuk Wonosari inovasinya kan bagus, seperti Mie Keriting (Makanan Instan Cegah Kerdil dan Stunting). Jadi dari 3 desa ini punya keunggulan masing-masing, dan kita percaya menjadi awalan yang baik,” tandas Sukamto.








Saat ini belum ada komentar