Memahami Pentingnya SPAB Dalam Program JRCS Bersama PMI Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 22 Jun 2022
- visibility 1.559
- comment 0 komentar

Peserta dan panitia kegiatan analisis kajian risiko bencana. (Foto: Humas PMI Kebumen)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Menyadari pentingnya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) khususnya bencana gempa bumi dan tsunami, maka Palang Merah Jepang atau Japanesse Red Cross Society (JRCS) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengadakan kegiatan analisis kajian risiko kebencanaan kepada warga sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 1 Tanggulangin Klirong pada Rabu, 22 Juni 2022 ini diikuti oleh beberapa elemen sekolah baik dari guru, siswa, dan wali murid. Dipilihnya sekolah ini bukan tanpa alasan, sebab SD Negeri 1 Tanggulangin menjadi salah satu sekolah binaan program JRCS. Selain itu, letak geografis sekolah hanya berjarak 1,7 km dari bibir pantai di sepanjang jalur selatan Kebumen.
Baca juga: Politeknik Piksi Ganesha Adakan Seminar Kebencanaan Dukungan Japanese Red Cross
Koordinator Program Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana, Qosim Jamaludin, mengatakan bahwa pembekalan edukasi kebencanaan penting ditanamkan sejak anak usia dini. Dengan dukungan penuh dari Palang Merah Jepang bersama PMI Kebumen, maka kegiatan analisis kajian risiko di sekolah ini merupakan program yang luar biasa.
“Sekolahan ini di bawah binaan JRCS langsung. Selain itu juga memiliki jarak yang cukup dekat dengan pantai selatan Kebumen atau sekitar 1,7 km. Hal tersebut yang mendasari kami untuk mengkaji dengan cara analisis, asesmen, dan rencana aksi di SD N 1 Tanggulangin,” ujar Qosim Jamaludin.
Fasilitator Gunakan Media Gambar
Adapun petugas dalam hal ini adalah fasilitator PMI, diantaranya Robiatul Adawiyah, Wiwin Setyaningsih, Indri Nora, Bandriyo, dan Ircham Dwi. Mereka membagikan pengetahuan tentang kebencanaan khususnya gempa dan tsunami menggunakan media menggambar denah sekolah. Langkah ini sebagai gambaran alur cara penanggulanan bencana, evakuasi, dan mengenali titik kumpul yang aman di sekolah.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Tanggulangin, Budianto SPd mengucapkan terima kasih dan berharap agar selanjutnya ada pembenahan sarana prasarana sekolah. Mengingat sebagai sekolah aman bencana, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai dalam kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
“Saya pribadi takjub sekali dengan teman-teman PMI Kebumen dan Palang Merah Jepang ini. Sehingga anak didik saya dapat mengenali bencana sejak usia dini. Wali murid yang turut serta dapat membantu memahamkan lebih lanjut dalam lingkungan keluarga nantinya. Selanjutnya dari kegiatan analisis kajian risiko ini nanti kita rumuskan bersama fasilitator PMI Kebumen untuk rencana aksi selanjutnya, akan tetapi utamanya yang jelas salah satunya pembenahan sarana dan prasarana sekolah dengan kriteria sekolah aman bencana,” tandas Budianto.







Saat ini belum ada komentar