KH Miftachul Ahyar Ditetapkan Rais Aam PBNU 2021-2026
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 24 Des 2021
- visibility 2.105
- comment 0 komentar

Rais Aam PBNU 2021-2026 KH Miftachul Ahyar. (Foto: Rimanews.id)
LAMPUNG (KebumenUpdate.com) – Sembilan anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) menetapkan KH Miftachul Ahyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026. Musyawarah penetapan Ahwa berlangsung tertutup di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Kamis 23 Desember 2021 malam.
KH Miftachul Ahyar sebelumnya terpilih sebagai Rais Aam sebagai pejabat sementara menggantikan KH Ma’ruf Amin yang mengundurkan diri pada 22 September 2018. Dia juga pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PWNI Jawa Timur dua periode dan Rais Syuriyah PCNU Surabaya.
Mengutip Nu.or.id, Kiai Miftach merupakan pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Kelahiran 1953 itu merupakan putra kesembilan dari 13 bersaudara KH Abdul Ghoni, pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.
Baca Juga: Bupati Komitmen Dukung Penguatan PCNU Kebumen dengan Tiga Hal, Apa Saja?
Dia mondok di Pesantren Tambakberas, Jombang, Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Pondok Lasem. Selain itu juga di Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al Makki al Maliki di Malang, tepatnya saat Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.
Dalam Anggaran Rumah Tangga pasal 40 ayat 1 hasil Muktamar ke-33 NU tahun 2015 di Jombang, mengatur pemilihan Rais Aam PBNU ditetapkan melalui sembilan anggota Ahwa. Sembilan anggota Ahwa diusulkan oleh muktamirin yang mewakili PWNU, PCNU dan PCINU.
Adapun dalam Muktamar NU ke-34, sembilan kiai yang terpilih sebagai anggota Ahwa adalah KH Dimyati Rois (503 suara). Kemudian KH Mustofa Bisri (494), KH Ma’ruf Amin (458), KH Anwar Mansur (408), TGH Turmudzi Badaruddin (403). Selanjutnya, KH Miftachul Akhyar (395), KH Nurul Huda Jazul (385), KH Ali Akbar Marbun (309) dan KH Zainal Abidin (272 suara).
Politik Kebangsaan
Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung di Pondok Pesantren Darussa’adah Gunungsugih, Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pembukaan oleh Presiden Joko Widodo dengan pemukulan rebana bersama Wapres KH Ma’ruf Amin. Rais Aam KH Miftachul Ahyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Dalam Muktamar kali ini, terdapat dua tokoh yang cukup kuat dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU. Keduanya adalah Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf yang saat ini menjabat Katib Aam PBNU.
Baca Juga: Pilbup dan Pendidikan Politik Warga NU
Intelektual muda NU Ulil Abshar menyampaikan bahwa Ketua PBNU kelak adalah sosok yang paham akan politik kebangsaan. Politik kebangsaan yang dimaksud adalah mendukung kemajemukan yang ada di Indonesia, dari ragam suku, budaya, ras, hingga agama.
“PBNU tidak mungkin dipimpin oleh sosok yang anti kelompok minoritas, yang pandangan keagamannya tidak toleran,” katanya seperti dikutip kompas.com.









Saat ini belum ada komentar