Ketua PCNU dan PDM Angkat Bicara, Beberkan Fakta Pemerataan Pembangunan Infrastuktur di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 20 Mar 2024
- visibility 2.305
- comment 0 komentar

Salah satu ruas jalan kabupaten yang dicor beton. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Selain, pembangunan infastruktur, lanjut Kiai Dawam, Bupati saat ini juga konsen dengan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, baru di era sekarang, ada beasiswa untuk para santri. Kemudian pemberian dana insentif untuk para guru ngaji di TPQ dan pemberian insentif untuk ketua RT/RW.
“Jadi kalau ada yang bilang pembangunan hanya fokus di kota, saya kira tidak tepat. Harus diakui baru sekarang ada anggaran dari pemerintah daerah untuk beasiswa santri, kemudian pemberian insentif untuk guru-guru ngaji, dan ketua RT/RW. Ini juga bagian dari pembangunan SDM. Belum lagi pengangkatan guru honorer menjadi PPPK yang jumlahnya sudah mencapai 3.000 lebih. Ini luar biasa gebrakannya,” terangnya.
Pembangunan dan Penataan Kota Juga Penting

Ketua PD Muhammadiyah Kebumen Puji Handoko. (Foto: Istimewa)
Lagi pula, Kiai Dawam melihat pembangunan di kota juga sangat wajar, karena kota adalah wajah daerah. Kota di mana pun selalu menjadi pusat perhatian, pusat ekonomi, dan pusat pemerintahan, sehingga sangat wajar, jika kota sebagai wajah perlu ditata, diperbaiki dengan sistem yang lebih modern.
“Kota Kebumen kan memang sudah lama tidak dibangun. Dari dulu ya begitu-begitu saja, dan baru sekarang dibangun lagi menjadi lebih keren, modern, bersih dan nyaman. Alhamdulillah langsung diganjar Adipura. Kota Kebumen sekarang semakin berkembang, ekonominya tumbuh dengan baik, nuansanya lebih hidup, nggak kaya dulu sepi,” ucapnya.
Senada, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen Puji Handoko juga tak sependapat dengan anggapan pembangunan di era kepemimpinan Bupati Arif Sugiyanto hanya difokuskan di Kota. Menurutnya banyak juga pembangunan yang sudah dilakukan di wilayah.
“Kota kan seperti wajah. Ibarat orang zaman sekarang biar kata kakinya buluken, yang penting wajahnya glowing. Pembangunan kota saya kira juga penting. Namun bukan berarti wilayah tidak dibangun. Saya kira jalan-jalan di wilayah juga banyak yang sudah dibangun,” ucapnya.
Baca Juga: Jalan Daendels Mirit–Puring Dibangun, Ini Anggarannya
Puji menuturkan, sering kali masyarakat hanya memviralkan jalan-jalan yang rusak, seolah-olah tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah karena belum tertangani. Padahal bisa jadi kata Puji, jalan yang rusak itu jumlahnya hanya lima persen dari jumlah total jalan yang ada.
Dengan begitu, sering kali lanjut Puji, isu infastruktur jalan yang rusak kerap kali ditumpangi banyak kepentingan. Apalagi jika sudah diunggah di media sosial.
“Ibarat kita nyapu di rumah, semua ruangan sudah kita sapu, tapi ternyata masih ada sisa kotoran di pojokan. Lalu orang menganggap rumah kita masih kotor. Padahal kotornya sedikit, tapi jadi ramai,” terangnya.







Saat ini belum ada komentar