Kelompok KKN 141 UNS Cegah Stunting dengan Sosialisasi Bersama Remaja Siap Menikah di Desa Gemeksekti
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 16 Agu 2023
- visibility 2.534
- comment 0 komentar

Anggota Kelompok KKN 141 UNS foto bersama usai sosialisasi.(Foto: Dok. Kelompok KKN 141 UNS)
Suramin, S.E. mengimbau kepada masyakarat untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, tidak buang air besar sembarangan, serta melakukan program tertib imunisasi.
Hal yang sama juga disampaikan oleh pembicara dari Puskesmas III Kebumen Rindiawati, A. Md.Gz. Menurut Rindiawati A.Md. Gz. stunting dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan atau dikatakan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak.
Cara Mengetahui Stunting dapat Dilihat dari Buku KMS

Kades Gemeksekti Suramin, S.E. menyerahkan piagam penghargaan kepada narasumber. (Foto: Dok. Kelompok KKN 141 UNS)
Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun.
“Cara mengetahui kondisi stunting dapat dilihat dari buku KMS (Kartu Menuju Sehat),” ujarnya saat menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Kelompok 141 FKIP KKN UNS.
Dampak jangka pendek dari stunting yaitu terganggunya perkembangan otak dan kecerdasan. Sedangkan dampak jangka panjang yaitu menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar.
Baca Juga: KKN di Kebumen, Mahasiswa UMP dan UMNU Ditugaskan di 5 Kecamatan
Dalam sosialisasi yang berlangsung di Aula Balai Desa Gemeksekti itu, pembicara memaparkan upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting meliputi gizi yang harus terpenuhi pada masa prenatal dan pranatal pada balita, ciri anak stunting, dan jumlah kasus stunting.







Saat ini belum ada komentar