Dua Bocah SD Tenggelam di Embung Srati
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 5 Jun 2020
- visibility 14.511
- comment 0 komentar

Ilustrasi anak tenggelam. Sumber: suluh.co
AYAH (KebumenUpdate.com) – Nasib tragis dialami dia bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar di Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kebumen. Dua bocah itu ditemukan meninggal dunia tenggelam di embung yang berada di desa setempat, Kamis, 4 Juni 2020, sekira pukul 17.15 wib.
Kedua bocah malang itu diketahui bernama M Ago Alamsyah (7) siswa kelas 1 SD, dan Taufan Fadhil Azmi (8) siswa kelas 2 SD warga RT 04 RW 03 Desa Srati, Kecamatan Ayah. Keduanya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di embung berukuran 80 m x 60 m tersebut.
Pamit Bermain, Sampai Sore Tak Kunjung Pulang
Informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal Kamis pukul 10.00 wib. Kedua korban berpamitan kepada Sunarti (36) ibu korban Taufan untuk bermain. Namun pukul 15.00 wib, keduanya tak kunjung pulang.
Merasa khawatir, kemudian Sunarti mencari kedua korban tersebut. Karena tidak ditemukan, Sunarti selanjutnya memberitahukan kepada ketua RT setempat yang kemudian bersama beberapa warga ikut mencari.
Warga Melihat Tapak Kaki Kecil di Tepian Embung
Setibanya di embung sekira pukul 17.15 wib salah seorang warga melihat ada telapak kaki kecil di tepian embung. Setelah diselami ke dalam embung korban berhasil ditemukan dan diangkat, namun keduanya telah meinggal dunia.
“Korban sewaktu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubag Humas Iptu Tugiman.
Kedua Korban Diduga Terpeleset Saat Bermain
Iptu Tugiman menjelaskan, dari hasil oleh tempat kejadian perkara (TKP), diduga korban tercebur saat bermain di tepian embung. Hal itu dikarenakan tepian embung terbuat dari bahan sejenis karet yang licin sewaktu saat diinjak.
Adapun kedalaman air embung sekitar 3 meter terdapat pagar besi di sekeliling embung setingi 1,5 m. Pada bagian barat terdapat rambu larangan masuk ke area embung. Dari hasil pemeriksaan medis terhadap kedua korban, paru-paru kemasukan air dan tidak ditemukan luka.
“Jadi kuat dugaan kedua korban terpeleset yang kemudian terscebur ke dalam embung. Karna air juga cukup dalam dan mereka tidak bisa berenang kemudian tenggelam,” imbuh Iptu Tugiman. (ndo)












Saat ini belum ada komentar