Warga Dukuh Mrentul Gotong Royong Bangun Jalan, Mudahkan Petani Angkut Pupuk dan Hasil Pertanian

  • Whatsapp
Bangun Jalan
Warga Dusun Mrentul Desa Donorojo bergotong royong bangun jalan. (Foto: Yaz Mita)

SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Warga RT 01 Dusun Mrentul Desa Donorojo Kecamatan Sempor, Kebumen tampak kompak bergotong royong kemajuan desanya. Seperti terlihat Minggu 21 Februari 2021 mereka mengikuti kerja bakti membangun jalan lingkar dusun.

Sedikitnya 38 warga laki-laki dan perempuan antusias mendukung program pembangunan jalan lingkar tersebut. Kerja bakti berlangsung mulai pukul 08.00-12.00 Wib. Sebagian warga tampak mengambil batu kali, sisanya mengangkut tanah untuk mengurug jembatan yang sudah selesai dibangun.

Berita Lainnya

Dukungan Warga Terhadap Pembangunan Desa
Bangun Jalan
Jembatan beton hasil pembangunan tahun 2020. (Foto: Yaz Mita)

Ketua RT setempat Nur Affan menjelaskan, kerja bakti yang dilaksanakan ketiga kalinya itu melanjutkan kegiatan dua pekan sebelumnya yakni, Minggu 7 dan 14 Februari 2021. Kerja bakti itu sebagai wujud dukungan warga terhadap program desa yakni pembangunan jalan lingkar dusun.

Mereka berharap, tahun 2021 pembangunan jalan lingkar Kadus bisa selesai. Sehingga memudahkan para petani mengangkut pupuk dan hasil pertanian.

“Ini sebenarnya program desa tahun 2020 yang didukung oleh warga. Semuanya kompak bergotong-royong,” ujar Nur Affan kepada KebumenUpdate.com di sela-sela kegiatan.

Hasil Pertanian Bisa Dijual dengan Harga Maksimal
Bangun Jalan
Akses jalan yang baik akan memudahkan petani mengangkut hasil pertanian. (Foto: Yaz Mita)

Lebih lanjut, Nur Affan menyebutkan bahwa pembangunan jalan itu dalam rangka mengangkat ekonomi masyarakat, khususnya petani daerah terpencil seperti Dusun Mrentul. Dengan adanya akses jalan yang mudah, kendaraan bisa lewat dan hasil pertanian warga bisa dijual dengan harga maksimal.

“Kalau jalannya mudah, harga hasil pertanian tidak terlalu rendah. Seperti sekarang, contohnya singkong tidak laku terjual. Ada yang mau beli tapi harganya sangat murah karena habis untuk ongkos tenaga,” ucapnya.

Sementara itu, Rustam (58) warga Dukuh Mrentul menambahkan setiap tahun warga meluangkan waktu 3-4 hari untuk memperbaiki jembatan menjelang hari Raya Idul Fitri agar bisa dilalui warga. Pemilik rumah dengan posisi paling bawah itu membuat jembatan sederhana dari bambu petung setiap tahun.

“Saya biasanya 3-4 hari kerja bakti kalau mau lebaran, biar orang bisa lewat,” ungkapnya.

Antusias Bangun Jalan untuk Anak Cucu
Bangun Jalan
Para perempuan pun antusias mengikuti kerja bakti. (Foto: Yaz Mita)

Rustam mengatakan bahwa warga Dukuh Mrentul tinggal di perbukitan, yang mana rumah-rumah warga tidak berada sejajar seperti di daerah perkotaan yang datar.

Hal senada diungkapkan Inem (42), salah satu perempuan yang ikut dalam kegiatan kerja bakti. Mereka antusias membangun jalan untuk masa depan anak cucu.

“Semangat, senang ikut kerja bakti, buat masa depan anak cucu nanti,” ujar ibu tiga anak tersebut. (Yaz Mita)

Berita Terkait