Penting, Maklumat Kapolri yang Harus Diketahui Isinya

  • Whatsapp
Petugas memasang poster maklumat Kapolri. (Foto: Polres Kebumen)
Petugas memasang poster maklumat Kapolri. (Foto: Polres Kebumen)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Poster berisi Maklumat Kapolri Jendral Polisi Idham Azis tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan Virus Corona atau Covid-19 disebar oleh Polres Kebumen, Minggu, 22 Maret 2020.

Melibatkan TNI dan sejumlah elemen masyarakat, maklumat itu ditempel di sejumlah sudut ruang publik di masyarakat, yang sifatnya harus dipatuhi bersama. Selanjutnya bagi warga masyarakat yang kedapatan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat itu, dalam kolom nomor tiga bisa dilakukan penindakan sesuai Undang-undang.

Berita Lainnya

Masyarakat Diminta Patuh Demi Kebaikan Bersama

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan meminta masyarakat hendaknya patuh demi kebaikan bersama.

“Selama masih terjadi pandemi seperti sekarang ini, masyarakat agar memaklumi, mengerti, memahami dan melaksanakan kegiatan mandiri di rumah,” kata AKBP Rudy.

Hal ini adalah langkah yang paling tepat demi kebaikan bersama. Menurut Kapolres, hal ini dibutuhkan pengertian, kesadaran, dan dukungan bersama dari masyarakat dan semua pihak dalam menyikapi situasi saat ini.

“Maklumat ini dilaksanakan dengan mengacu pada azas keselamatan rakyat, nerupakan hukum tertinggi (salus populi supreme lex esto),” imbuh Kapolres. (win)

Berikut Maklumat Kapolri yang Wajib Dipatuhi

 

Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
Nomor: Mak/2/III/2020
Tentang
Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah
Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)
  1. Bahwa mempertimbangkan situasi nasional terkait dengan cepatnya penyebaran Covid-19, maka pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan secara baik, cepat, dan tepat agar penyebarannya tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
  2. Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto), dengan ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan Maklumat:
  • a. tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam
    jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu:
  • 1) pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;
    2) kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;
    3) kegiatan olah raga, kesenian, dan jasa hiburan;
    4) unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta
    5) kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.
  • b. tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah;
    c. apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19;
    d. tidak melakukan pembelian dan/atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan;
    e. tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat  menimbulkan keresahan di masyarakat;
    f. apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat.
  • 3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan Maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.
  • 4. Demikian Maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

Berita Terkait