Seminggu Dua Pemuda di Kebumen Bunuh Diri, Ada Apa ?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 20 Nov 2019
- visibility 6.270
- comment 0 komentar

IIustrasi: Tribunnews.com
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Daftar kasus bunuh diri di Kebumen makin panjang. Bagaimana tidak dalam seminggu terakhir ini terjadi dua kasus bunuh diri di kabupaten berslogan Beriman.
Ironisnya kedua pelakunya adalah usia produktif yakni 30-an tahun. Seorang warga Desa Kedungsari, Kecamatan Klirong nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung pada sebatang pohon, Rabu, 20 Nopember 2019.
Jasad Yuswanto (30) warga Dukuh Singkil RT 04 RW 01 Desa Kedungsari, Klirong diketemukan tergantung seutas tali di pohon di pinggir lapangan sepakbola.
Video Evakuasi Korban Bunuh Diri Menyebar di Media Sosial.

Sumber: Google.com
Peristiwa itu diketahui pertama kali pada pukul 05.00 wib oleh salah satu keluarga korban. Oleh warga peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pemerintah desa setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Klirong. Peristiwa itu sempat menggegerkan warga. Bahkan video proses evakuasi jasad korban menyebar di media sosial.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Klirong AKP Diyono yang mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres Kebumen mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, malam sebelum kejadian korban berkata kepada keluarganya.
“Jika pukul sembilan malam belum pulang, dia berada di sekitar rumah,” ujar AKP Diyono menirukan perkataan keluarga korban.
Baca Juga: Ditinggal Mati Ibu Tiri, Sri Depresi Hendak Bunuh Diri
AKP Diyono menambahkan, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Setelah selesai dilakukan olah TKP dan pemeriksaan oleh tim medis, jasad korban diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.
Di Puring, Pemuda Sayat Leher dengan Pisau

Sumber: pixabay.com
Sebelumnya, seorang pemuda Desa Krandegan, Kecamatan Puring mengakhiri hidupnya dengan sebilah pisau. Pemuda berinisial HW (31) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya dengan luka sayatan pisau di lehernya, Jumat, 15 Nopember 2019 sore. Dia diduga depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya.
Menurut keterangan keluarga, korban mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di RSJ Magelang tahun 2017. Karena kambuh, rencananya akan dibawa ke Desa Sawangan, Kecamatam Alian untuk berobat, namun korban tidak mau.
Kapolsek Puring Iptu Suwarto menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan tanda-tanda lain yang mengarah pada tindak pidana. Korban diduga kuat meninggal dunia karena bunuh diri.
Cari Pisau untuk Kupas Mangga, Temukan Anak Bersimbah Darah

Garis polisi. (Sumber: Polres Kebumen)
Peristiwa itu bermula sekira pukul 16.30. Saat itu ayah HW sedang mencari pisau di dapur dan sejumlah ruangan lain di dalam rumahnya untuk mengupas buah mangga, tetapi tidak menemukan.
Kecurigaan pun muncul karena HW sejak pukul 14.00 masuk kamarnya dan tidak keluar kamar hingga sore hari tanpa terdengar aktivitas di dalam kamar. Sang ayah dan adik korban memanggil-manggil namum tak ada jawaban. Akhirnya pintu kamar yang terkunci dari dalam itu didobrak.
Berhasil mendobrak pintu, betapa terkejutnya keduanya melihat korban tak bernyawa bersimbah darah keluar. Terdapat sebuah luka sayatan pisau di lehernya. Kejadian itu pun dilaporkan pihak keluarga korban melaporkan ke Polsek Puring. (ndo)











Saat ini belum ada komentar