Kebumen Tanggap Darurat Corona, Apa Saja Kebijakan Pemkab?

  • Whatsapp
Petugas BPBD Kebumen melakukan sterilisasi toko milik pasien yang meninggal dunia. (Foto: BPBD Kebumen)
Petugas BPBD Kebumen melakukan sterilisasi toko milik pasien yang meninggal dunia. (Foto: BPBD Kebumen)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menetapkan Kebumen berstatus tanggap darurat Corona (Covid-19). Hal itu menyusul adanya satu warga Kebumen yang meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta diketahui positif corona.

Penetapan status tersebut diikuti sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkab Kebumen dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di kabupaten Berslogan Beriman.

Berita Lainnya

Warga Diminta Tidak Pergi Salat Jumat di Masjid
Jamaah salat Jumat keluar dari Masjid Agung. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Jamaah salat Jumat keluar dari Masjid Agung. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

etua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen yang juga Wakil Bupati Arif Sugiyanto mengatakan, salah satu kebijakan dengan meminta warga tidak melakukan salat Jumat pada pekan ini. Untuk shalat Jumat ditiadakan dan diganti salat dzuhur seperti biasa.

“Ini juga berlaku untuk salat berjamaah,” kata Arif Sugiyanto di Posko Penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan, Rabu, 25 Maret 2020.

Sebagian ASN Bekerja dari Rumah dan Penyemprotan Massal
Tim PMI Kebumen saat menyemprot kawasan Alun-alun menggunakan disinfektan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Tim PMI Kebumen saat menyemprot kawasan Alun-alun menggunakan disinfektan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Selain itu, pihaknya mengusulkan agar ASN Pemkab Kebumen untuk dapat bekerja dari rumah atau work from home. Hal tersebut guna untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, sebagai langkah pencegahan, Pemkab bakal melakukan penyemprotan desinfektan secara massal mandiri pada Jumat, 27 Maret 2020. Penyemprotan massal ini menyasar wilayah perkotaan meliputi Jalan Kusuma, Jalan Pemuda, Jalan Mayjen Soetoyo, Jalan Pahlawan.

“Para pemilik toko di kawasan itu kami minta menutup tempat usahanya agar aktivitas toko tidak terganggu,” katanya berharap seluruh warga dapat bersama-sama mematuhi aturan dan langkah social distancing yang ditetapkan pemerintah.

Kebijakan Belajar di Rumah Dikaji Kembali

Adapun tindak lanjut adanya warga yang positif corona, Arif Sugiyanto menyampaikan pihaknya telah melakukan sterilisasi. Selain itu berkoordinasi dengan TNI dan Polri agar melakukan penjagaan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Moh Amiruddin mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji kembali kebijakan belajar di rumah bagi para siswa itu akan diperpanjang atau sesuai jadwal awal. Sebelumnya kegiatan belajar mengajar di sekolah akan kembali berlangsung pada 30 Maret 2020.

“Kami akan mengkonsultasikan dengan Pak Sekda (Sekretaris Daerah) dan kemudian diusulkan kepada Bupati,” ujar Amiruddin. (ndo)

Berita Terkait