Keberadaan Ruang Publik di Kebumen: Dari Aktivitas Olahraga Hingga Quality Time
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 4 Mar 2024
- visibility 1.813
- comment 0 komentar

Menjaga dan Merawat
Meski begitu, Sigit juga menekankan untuk bersama-sama baik pemerintah daerah masyarakat secara berkelanjutan untuk menjaga, merawat lingkungan dan ruang publik yang sudah diciptakan secara berkelanjutan.
“Kelemahan kita rakyat Indonesia adalah merawat. Pinter membuat namun kurang pandai merawat, ini yang harus bersama-sama mulai dari lingkungan terkecil aktivitas sehari-hari kita untuk merawat lingkungan sekitar melanjutkan hal-hal baik untuk menjaga lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu dalam prestasi lingkungan, sebelumnya Kabupaten Kebumen baru pernah mendapatkan sertifikat Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada tahun 2019 lalu. Sertifikat Adipura itu diperuntukkan bagi daerah yang bisa mendapatkan nilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Namun untuk prestasi Adipura selama lebih dari tiga dasawarsa Kabupaten Kebumen belum mendapatkan Adipura.
“Ketika masyarakat dan pemerintah berkolaborasi menjaga lingkungan maka prestasi untuk mendapatkan penghargaan Adipura yang diimpikan Kabupaten Kebumen bisa diraih. Namun untuk Kebumen meraih Adipura itu bukan hanya program pemerintah saja, tapi juga harus didukung masyarakat. Tanggung jawab Adipura bukan hanya pemerintah tetapi gaya hidup masyarakat juga harus seiring dengan kebijakan pemerintah terkait tata kota dan pengelolan lingkungan,” jelasnya.
Pemkab Kebumen dan masyarakat memiliki rasa kebutuhan bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan suatu prestasi maka persatuan itulah pasti akan menuai hasil.
“Hal ini bisa sangat mendukung untuk proses Geopark Kebumen menuju Global Unesco, berawal dari masyarakat yang mulai kesehariannya hingga cara pandangnya memiliki kepedulian untuk lingkungan. Pemerintah kebumen sudah menata lingkungan Kebumen yang ekologis, maka dibutuhkan peran bersama. Badan Pengelola Geopark menyosialisasikan ini untuk kesadaran bersama dan menjadi sense of urgency, tidak hanya bupatinya, pemerintahnya tetapi juga masyarakatnya,” pungkasnya.







Saat ini belum ada komentar