Jabat Bupati Kebumen, Harta Arif Sugiyanto Berkurang Rp5,9 Miliar, Kok Bisa?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 6 Sep 2024
- visibility 2.227
- comment 0 komentar

Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih saat mendaftar menjadi calon bupati dan wakil bupati Kebumen. (Foto: Dok. KPU Kebumen)
Arif Sugiyanto pertama kali melaporkan LHKPN ke KPK saat menjabat Wakil Bupati Kebumen pada 2019. Saat itu harta kekayaanya mencapai Rp22,5 miliar. Kemudian, saat sudah menjabat Bupati 2021, harta kekayaanya yang dilaporkan dalam LHKPN berkurang menjadi Rp21,3 miliar, menyusut lagi pada 2022 menjadi Rp19,39 miliar, dan terbaru 2023 menjadi Rp16,6 miliar
LHKPN Arif Sugiyanto Periode 2019-2024
Berikut LHKPN Arif Sugiyanto yang dikutip dari situs resmi KPK.
Wakil Bupati
- Awal Menjabat:
- 31 Desember 2019: Rp22.522.726.289
Bupati:
- 31 Desember 2021: Rp21.329.381.137
- 31 Desember 2022: Rp19.399.381.137
- 31 Desember 2023: Rp16.612.062.322
Data Harta
Tanah dan bangunan Rp6.505.714.285
- Tanah dan bangunan seluas 126 m2/200 m2 di Kab/Kota Bekasi, hasil sendiri Rp2.550.000.000
- Tanah seluas 549 m2 Di Kab/Kota Kebumen, hasil sendiri Rp1.400.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 126 m2/90 m2 di Kab/Kota Kota Bekasi, hasil sendiri Rp1.300.000.000
- Tanah seluas 1.758 m2 di Kab/Kota Kebumen, hasil sendiri Rp1.255.714.285
Alat Transportasi dan Mesin Rp1.535.000.000
- Motor, Honda Beat tahun 2018, hasil sendiri Rp3.000.000
- Motor, Piagio Vespa tahun 2014, hasil sendiri Rp7.000.000
- Pesawat terbang, Tecnam P92 Echo Super tahun 2002, hasil sendiri Rp450.000.000
- Mobil, Toyota Raise tahun 2021, hasil sendiri Rp175.000.000
- Mobil, Toyota CHR tahun 2021, hasil sendiri Rp450.000.000
- Mobil, Honda Civic RS tahun 2022, hasil sendiri Rp450.000.000
Harta bergerak lainnya Rp541.000.000
Surat berharga Rp –
- Kas dan setara kas Rp1.235.043.839
- Harta lainnya Rp7.250.000.000
- Sub total Rp17.066.758.124
- Hutang Rp454.695.802
- Total harta kekayaan Rp16.612.062.322.
Meskipun harta kekayaannya terus menyusut, Arif Sugiyanto mengaku merasa bahagia karena bisa memberikan pengabdian terbaiknya kepada masyarakat Kabupaten Kebumen.
“Kita bicaranya bukan masalah tekor, ini adalah sebuah bentuk pengabdian. Pengabdian itu pasti perlu uang untuk operasional,” tegasnya.








Saat ini belum ada komentar