Gaspala Smanda Isi Ngabuburit Dengan Monitoring Tanaman Bakau
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 16 Apr 2022
- visibility 2.229
- comment 0 komentar

Pengurus Gaspala memperbaiki posisi tanaman. (Foto: istimewa)
Hilang Diterjang Banjir
Selain melakukan perbaikan pada tanaman, mereka juga menghitung jumlah tanaman yang masih hidup atau tersisa. Dari proses penghitungan, untuk tanaman yang masih hidup di kisaran 780-800 bibit dari sejumlah 1000 bibit yang telah mereka tanam.
Mengenai beberapa tanaman yang hilang atau rusak, disebabkan karena arus deras baik saat pasang maupun ketika banjir yang melanda Kebumen bulan Maret lalu. Selain itu juga disebabkan banyaknya sampah dari hulu yang terbawa arus ketika banjir lalu menyeret atau menghanyutkan tanaman.

Anggota Gaspala bekerjasama memperbaiki posisi tanaman bakau. (Foto: istimewa)
“Sebagian besar sampah tersebut berupa kantong plastik, kemudian ranting atau batang pohon. Waktu banjir besar kemarin sampai ada kasur lantai yang hanyut,” tambah Hari.
Fungsi Mangrove
Seperti kita ketahui bersama, tanaman bakau (mangrove) dari sisi ekologi berfungsi sebagai habitat atau tempat hidup biota laut. Akar pohon mangrove juga berfungsi mencegah abrasi pantai serta peredam gelombang besar.
Selain itu juga sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen. Sementara dari sisi ekonomi, bakau (mangrove) dapat dijadikan objek wisata yang jika dikelola dengan baik dan benar akan berdampak pada roda perekonomian masyarakat.








Saat ini belum ada komentar