Serapan Tembakau Menurun, Petani Kian Tertekan: Gubernur Luthfi Siap Gempur Rokok Ilegal
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 16 Jul 2025
- visibility 530
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi saat berdialog dengan para petani tembakau. (Foto: Humas Jateng)
TEMANGGUNG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerap aspirasi petani tembakau saat berdialog di Pendopo Kabupaten Temanggung, Selasa 15 Juli 2025. Ketua Komite Pertembakauan Temanggung, Yuda Sudarmaji, mengungkapkan bahwa kesejahteraan petani terus menurun akibat regulasi cukai yang menekan industri rokok. Kondisi ini membuat perusahaan besar berhenti menyerap tembakau lokal.
“Ketika industri tergencet, petani ikut kolaps. Mohon aspirasi ini disampaikan ke pemerintah pusat,” kata Yuda.
Ia menambahkan, dari 20 kecamatan di Temanggung, hanya satu yang tidak menghasilkan tembakau. Namun, nilai ekonomi tembakau makin kecil karena serapan industri terus merosot.
Petani Minta Dana Cukai Difokuskan
Yuda berharap dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dapat dimaksimalkan untuk membantu petani, terutama dalam pengadaan bahan baku dan obat-obatan pertanian.
“Sebentar lagi kami panen. Kami harap Gubernur bisa mendorong perusahaan rokok agar menyerap tembakau Temanggung,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah siap mengawal kepentingan petani. Ia menyebut Temanggung menerima alokasi DBHCHT terbesar kedua di Jateng, yakni sekitar Rp61 miliar, dan dana tersebut telah didistribusikan.
“Tidak perlu khawatir. Pemerintah provinsi akan terus mengawal regulasi yang berdampak pada petani,” jelasnya.
Pemprov Siapkan Operasi Rokok Ilegal
Untuk melindungi keberlangsungan petani tembakau, Ahmad Luthfi menyatakan telah berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menggelar operasi besar-besaran terhadap peredaran rokok ilegal.
“Saya sudah koordinasi dengan Polda. Operasi rokok ilegal akan segera digelar,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berencana mendatangi perusahaan rokok untuk menyampaikan langsung keluhan petani dan mencari solusi bersama.
“Saya akan ke sana. Kalau bisa, perwakilan petani ikut bersama saya,” pungkasnya.









Saat ini belum ada komentar