Ada yang Minta Proyek Atasnamakan Dirinya, Bupati Kebumen: Abaikan!
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 22 Jun 2021
- visibility 1.815
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH melantik empat pejabat eselon II. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH meminta pejabat di jajaran Pemkab Kebumen bisa bekerja dengan baik, cepat sesuai aturan. Tidak menyalahgunakan kewenangan. Hal ini demi menciptakan pemerintahan yang clean and clear.
“Bekerjalah sesuai aturan. Kalau itu memang sudah benar, aturanya ada. Jangan takut untuk eksekusi. Jalan terus, yang penting tidak sekali-kali menyalahgunakan kewenangan,” tandas Arif Sugiyanto saat melantik empat pejabat tinggi pratama.
Pelantikan pejabat posisi kepala dinas dan jabatan strategis lainnya dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin 21 Juni 2021. Hadir Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM, Sekda Ahmad Ujang Sugiono, jajaran Forkompinda, serta para pimpinan OPD dan camat.
1. Empat Pejabat Eselon II yang Dilantik
Empat pejabat yang dilantik adalah Siti Kharisah dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Kemudian ada Edi Rianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) dipercaya menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat Pemerintahan Daerah.
Kemudian Anna Ratnawati yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kebumen dilantik menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Adapun posisi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen saat ini dijabat Dwi Suliyanto. Dia sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kebumen.
2. Minta Pekerjaan Atasnamakan Bupati, Abaikan!
Bupati Arif menegaskan bahwa jika ada pihak-pihak tertentu yang meminta pekerjaan atau proyek tanpa memiliki perusahaan, apalagi mengatasnamakan bupati harus diabaikan.
“Jika memaksa telepon saya,” ujarnya.
Bupati menyinggung tantangan pemerintah ke depan semakin berat karena pandemi covid-19 ini masih terus naik. Semua harus bersatu untuk ikut melakukan penanganan ini. Sebab jika tidak, maka pandemi akan terus berdampak pada ekonomi masyarakatnya.
3. Hilangkan Persepsi Jabatan Staf Ahli Bupati Posisi Buangan
Bupati menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang biasa, penyegaran yang sudah sesuai dengan kajian yang mendalam. Dia juga meminta untuk menghilangkan persepsi bahwa jabatan staf ahli bupati maupun asisten merupakan posisi buangan.
Posisi tersebut sangat vital dalam memberikan masukan atau saran kepada bupati dan wakil bupati dengan data-data akurat. “Apalagi di tengah pandemi kita butuh kerja cepat dari semua OPD dan jajarannya,” ujarnya. (smn)








Saat ini belum ada komentar