401 Peneliti PTMA Jateng-DIY Ikuti Urecol di UNIMUGO, Ini yang Dibahas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 29 Mar 2022
- visibility 2.742
- comment 0 komentar

Dr Naelati Tubastuvi SE MSi dan dr Iwan Danardono Sp Rad MMR saat menyampaikan materi. (Foto: Padmo)
Adapun dukungan yang diperlukan pengembangan ekonomi kreatif meliputi peningkatan support universitas dan keseriusannya dalam pengembangan entrepreneurial university, program yang jelas dapat meningkatkan akses dan kolaborasi riset pasar dan riset terapan, meningkatkan integrasi kurikulum dan dunia usaha.
Baca Juga: Langen Ujung, Kolam Alami yang Asyik untuk Berenang
Kemudian updating infrastructure kreasi dan produksi produk kreatif dengan kebutuhan terkini di incubator/creative hub dan lab, meningkatkan akses pasar luar negeri dengan meningkatkan peran kedutaan di luar negeri, meningkatkan literasi HKI dan advokasi IP melalui IP Center di universitas/daerah, membuka potensi untuk co-creation dan co-production dengan industri besar dan fasilitasi pengembangan ekosistem startup yang berdaya saing global.
Sementara dr Iwan Danardono Sp Rad MMR lebih khusus menyorot peran perguruan tinggi dalam peningkatan partisipasi masyarakat untuk menjaga kesetablian kesehatan pasca pandemi. Iwan berharap perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi kesehatan menjadi role model dalam penerapan protokol kesehatan. Kemudian berperan aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
“Juga sebagai agent of change dan community mover bukan hanya saat pandemi namun juga pasca pandemi,” tandasnya.







Saat ini belum ada komentar