Binda Jateng Fokus ke Vaksin Booster, Kesadaran Masyarakat Masih Rendah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 5 Apr 2022
- visibility 1.919
- comment 0 komentar

Binda Jateng meninjau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Alian. (Foto: istimewa)
ALIAN (KebumenUpdate.com) – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah kembali menggelar vaksinasi dengan sasaran vaksin booster bagi warga pada Selasa 5 April 2022. Pelaksanaan berlangsung di 18 titik dengan target sebanyak 12.000 dosis dengan tujuan meningkatkan percepatan vaksinasi Covid-19.
Kepala BIN Daerah (Binda) Jawa Tengah Brigjen TNI Sondi Siswanto mengatakan bahwa meski bulan puasa, pihaknya akan tetap fokus menggelar vaksinasi Covid-19.
“Vaksinasi kali ini Binda Jateng akan fokus pada masyarakat yang belum vaksin dosis ketiga atau booster,” kata Sondi Siswanto.
Baca juga: Manfaatkan Waktu Sebelum Berpuasa, Warga Desa Kutowinangun Datangi Vaksinasi Binda Jateng
Adapun target vaksinasi adalah masyarakat umum, anak 6-11 tahun, serta booster. Dia juga menambahkan vaksinasi booster ini diharapkan dapat mengurangi dan mencegah penyebaran Covid-19 sehingga akan menciptakan rasa aman terutama pada keluarga.
Sebaran 18 titik sentra vaksinasi tersebut yaitu di Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Blora. Selanjutnya Grobogan, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Kudus, Magelang, Pemalang, Purbalingga, Temanggung, Boyolali, Pati, dan Pekalongan.
Kesadaran Masyarakat Masih Rendah
Di Kebumen, pelaksanaan vaksinasi oleh Binda Jateng digelar di Puskesmas Alian. Menurut keterangan Kepala Puskesmas Alian dokter Brantas Prayoga MSc, saat ini untuk mendapatkan sasaran dosis 1 dan 2 sangat sulit. Hal itu dikarenakan cakupan dosis 1 dan 2 sudah tinggi.
Sementara untuk dosis 3 atau booster, belum semua warga memiliki kesadaran untuk mendapatkannya mengingat saat ini belum menjadi keharusan. Hanya beberapa kalangan yang mencari dosis 3 di antaranya pelaku perjalanan antar kota dan calon pekerja.
Sebagai informasi, Binda Jateng juga melakukan vaksinasi dengan lapas-lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Daerah Jawa Tengah. Hal ini penting karena diduga mempunyai potensi besar menjadi kluster penyebaran Covid-19.
Adanya interaksi sosial yang sangat tinggi antar narapidana dan petugas lapas, sehingga vaksinasi perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan.









Saat ini belum ada komentar