Dua Bocah Hilang Tergulung Ombak Pantai Suwuk
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 2 Jan 2022
- visibility 3.242
- comment 0 komentar

PURING (KebumenUpdate.com) – Pantai selatan Kebumen kembali menelan korban. Dua bocah tenggelam setelah tergulung ombak di Pantai Suwuk, Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kebumen.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu 2 Desember 2021 sekira pukul 15.00 wib. Dua bocah tersebut atas nama Dani (9) asal Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Kemudian Rehandi (8) asal Des Kedaleman, Kecamatan Puring, Kebumen.
Adapun kejadian tersebut bermula saat serombongan wisatawan berjumlah tujuh orang sedang mandi di Pantai Suwuk. Mereka sempat terseret gelombang, lima orang berhasil diselamatkan dan dua bocah tenggelam dan belum ditemukan.
Sementara itu, sejumlah objek wisata pantai di Kebumen dipadati oleh wisatawan. Warga menikmati libur Natal dan tahun baru 2021. Meskipun objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Kebumen ditutup selama libur Nataru, tetapi masih saja ada warga uang masuk.
Kemudian warga juga masih nekat mandi di laut meskipun hal itu sangat membahayakan. Pasalnya, ombak besar bisa datang sewaktu-waktu tanpa disadari. Sudah banyak korban tenggelam terseret ombak di pantai selatan, namun hal itu tidak membuat jera masyarakat untuk mandi di laut.
Pencarian Korban Tenggelam
Sementara itu, hingga pencarian terakhir, korban tenggelam di Kali Ratu Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen masih belum ditemukan. Sehingga korban atas nama Nurul Muklis warga Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong dinyatakan hilang.
Kapolsek Klirong AKP Sugiyanto menyampaikan bahwa ada beberapa kendala dalam pencarian wisatawan berusia 12 tahun tersebut. Pertama lokasi hilangnya adalah muara, sehingga pada saat air laut surut, air mengalir dari daratan ke laut. Sebaliknya, saat air laut pasang, air dari laut mengalir ke arah muara.
Fakta lain, di dasar aliran Kali Ratu banyak ranting atau akar, kemungkinan korban bisa saja tersangkut di tempat tersebut. “Mungkin ini yang membuat korban sampai saat ini belum kami temukan,” jelas AKP Sugiyanto saat memberi konfirmasi.
Lanjut AKP Sugiyanto, setiap hari Polsek Klirong bersama Koramil dan Tim Sar Gabungan melakukan pencarian secara besar-besaran termasuk menggunakan metode “body rafting”. Dengan metode pencarian tersebut, Tim SAR turun ke sungai dengan membentangkan tali, dari ujung ke ujung sungai, lalu pencarian dilakukan dengan menyisir sungai setiap jengkalnya, dengan cara meraba-raba dasar sungai.
Pencarian dengan metode penyisiran ini, semua dasar sungai akan tersentuh oleh petugas, sehingga jika didapati benda asing akan segera diketahui. Pencarian juga melibatkan kelompok nelayan tradisional. Mereka diminta melaporkan jika menemukan korban di tengah lautan.
“Kami masih sangat berharap, semoga korban segera ditemukan. Seandainya nanti pencarian oleh Tim SAR dihentikan, kita akan terus mencari melalui kegiatan patroli,” ungkap AKP Sugiyanto.








Saat ini belum ada komentar