401 Peneliti PTMA Jateng-DIY Ikuti Urecol di UNIMUGO, Ini yang Dibahas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 29 Mar 2022
- visibility 2.741
- comment 0 komentar

Dr Naelati Tubastuvi SE MSi dan dr Iwan Danardono Sp Rad MMR saat menyampaikan materi. (Foto: Padmo)
Dalam kesempatan itu, Herniyatun menyampaikan terima kasih kepada Ketua Konsorsium LPPM PTMA Jateng -DIY yang memberikan kepercayaan kepada UNIMUGO untuk menjadi panitia Urecol ke-15. Sebelumnya pihaknya pernah menjadi panitia Urecol ke-10, saat masih berstatus Stikes Muhammadiyah Gombong.
“Kami menyampaikan bahwa usia UNIMUGO masih belum genap setahun. Untuk itu kami sangat ingin Urecol diadakan di sini. Karena kami ingin mengenalkan UNIMUGO kepada seluruh peserta,” ujar Herniyatun.
Ekonomi Kreatif

Narasumber foto bersama usai acara. (Foto: Padmo)
Ketua Konsorsium LPPM PTMA Jateng-DIY drh Asep Rustiawan MS menyebutkan bahwa Urecol ke-15 ini merupakan keempat kalinya yang dilaksanakan secara daring sejalan dengan pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun terakhir. Ini membuktikan bahwa Konsorsium tetap konsisten dalam program dan berkiprah bagaimanapun situasi dan kondisi yang ada.
“Walaupun pandemi masih melanda Urecol dalam dilaksanakan dengan jumlah di atas 300 artikel,” ujarnya.
Baca Juga: 15 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jateng-DIY Ikuti URECOL di Stikes Gombong
Sementara itu, Dr Naelati Tubastuvi SE MSi menyampaikan tantangan dan peluang perguruan tinggi dalam mendorong kebangkitan ekonomi kreatif pasca pandemi. Memulai paparanya dengan megatrend dunia 2045 seperti demografi dunia, urbanisasi global, perdagangan internasional, keuangan global, kelas pendapatan menengah, persaingan sumberdaya alam, perubahan iklim, kemajuan teknologi dan perubahan geopolitik dan ekonomi.
Pandemi Covid-19 membuat perubahan dalam kehidupan mengakselerasi terjadinya trend digitalisasi di dalam negeri. Dengan didorong oleh digitalisasi, ekonomi kreatif di Indonesia mulai pulih mendekati level sebelum pandemi.
“Ekonomi kreatif akan kembali tumbuh lebih cepat dari tren pertumbuhan perekonomian keseluruhan,” ujarnya.
Strategi Perguruan Tinggi

Penampilan UKM Tari Unimugo memeriahkan acara. (Foto: Padmo)
Untuk itu, perguruan tinggi perlu memiliki strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Antara lain dengan mendorong product piloting yang berbasis kebutuhan pasar, mendorong collaborative research dan
interaksi dengan dunia bisnis/pelaku kreatif.
Kemudian memperbanyak mata kuliah product development dan kurikulum berbasis kewirausahaan, dan menyediakan pathway for entrepreneurs (TTO), incubators, accelerators, patent office, dan sebagainya,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar