20 Sekolah Terapkan Pendidikan Inklusi, Wabup: Jangan Ada Bully untuk Difabel
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 4 Mei 2019
- visibility 6.462
- comment 0 komentar

Wabup Kebumen H Arif Sugiyanto SH menggandeng salah satu nasarasumber. (Foto: @real_aim-KebumenUpdate)
Perlu Komitmen
Arif mengingatkan, perlu komitmen dari semua pihak terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak disabilitas dan sekolah inklusi di Kebumen. Adanya sekolah inklusi diharapkan masa depan anak berkebutuhan khusus akan lebih baik. Karena sekolah ini membekali anak untuk bisa hidup mandiri dalam hidupnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
“Saya berharap jangan ada bully (perundungan, red) dan pengucilan di lingkungan sekolah terutama untuk difabel,” katanya seraya menambahkan, adanya sekolah inklusi diharapkan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Arif meminta, ke depan SLB akan diposisikan sebagai sistem pendukung bagi tercapainya pendidikan inklusif. Tidak lagi sebagai skema utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi penyandang difabilitas. Hal ini diharapkan mewujudkan kesempatan anak berkebutuhan khusus mengikuti proses pendidikan bersama dengan siswa normal.
Kasubdit Kurikulum Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Pendidikan Khusus Kemendikbud RI Tita Sri Haryati mengapresiasi Kebumen dalam kesiapan menyelenggarakan pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi di sini harus terjadi sinergi baik penyelenggara, orang tua, masyarakat maupun pelajar di dalamnya.
“Jangan ada bully, pelabelan si hitam, si kriting dan lain sebagainya,” tegasnya.
Sementara itu, kegiatan itu dibarengkan dengan seminar Madsekin Gemragah yang ditujukan untuk para pendidik di sekolah inklusi. Seminar sendiri menghadirkan dua narasumber yang memiliki latarbelakang berkebutuhan khusus. Yaitu Rusli Abdullah seorang Peneliti Indef Jakarta dan Pramuditiya Dian Prameswara Mahasiswa TI UNS Surakarta. Selain memberikan bekal informasi, narasumber juga mampu memotivasi guru dalam menerapkan pendidikan inklusi. (ndo)









Saat ini belum ada komentar