Mahasiswa KKN UNS Sulap Debog Pisang Menjadi Keripik Aneka Rasa
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 10 Sep 2021
- visibility 3.734
- comment 0 komentar

Mahasiswa KKN Kelompok 38 menggelar pelatihan pemanfaatan debog pisang menjadi makanan bernilai jual. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka kegiatan KKN Tematik UNS Membangun Desa periode Juli-Agustus, KKN kelompok 38 Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pengabdian di Desa/Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebuman, Jawa Tengah, Jumat 20 Agustus 2021.
Kelompok 38 terdiri atas 10 mahasiswa dari berbagai program studi. Yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Geografi, Pendidikan Luar Biasa, Biologi, Akuntansi, dan Pendidikan Ekonomi.
Salah satu program kerja KKN kelompok 38 adalah pelatihan pemanfaatan debog pisang menjadi makanan yang memiliki nilai jual. Pelatihan ini berlangsung di Aula Balai Desa Kuwarasan dengan dipandu oleh mahasiswa KKN kelompok 38. Peserta pelatihan adalah ketua PKK, sub kader desa, serta perwakilan ibu-ibu PokBang 1, 2, dan 3.
Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk mengurangi limbah debog pisang. Selain itu untuk memberikan pengetahuan baru yang berpotensi membantu meningkatkan pendapatan masyarakat Kuwarasan di masa pandemi.
Pelatihan ini cukup mudah karena sangat tidak sulit mendapatkan bahan dasar keripik debog pisang. Selain itu, alat yang digunakan juga sederhana.
Pelatihan ini diawali dengan pemaparan materi dan demo memasak oleh mahasiswa KKN lalu dilanjutkan dengan pelatihan membuat keripik debog pisang atau Keripik Bandle 38 yang dipandu oleh mahasiswa KKN.
Keripik Debog Pisang

Keripik debog pisang atau Keripik Bandle 38 hasil olahan mahasiswa KKN UNS. (Foto: Istimewa)
Keripik debog pisang atau Keripik Bandle 38 pada dasarnya merupakan keripik yang terbuat dari pohon pisang bagian dalam (lapis ke 4 dari kulit terluar). Proses pembuatannya diawali dengan mengiris debog pisang. Setelah diiris sesuai ukuran yang diinginkan debog pun dicampur dengan tepung dan bumbu.
Baca Juga: Sensasi Menantang, Susuri Pantai Selatan dengan Perahu Nelayan
Kemudian, debog digoreng dalam minyak panas hingga menjadi keripik yang bertekstur renyah. Setelah matang keripik didiamkan lalu diberikan penyedap dengan berbagai rasa. Keripik-keripik tersebut kemudian dikemas rapi supaya lebih menarik. Terdapat tiga varian rasa keripik yang tersedia yakni pedas, balado, dan asin.
Saat pelatihan berlangsung, peserta sangat antusias dan tertarik untuk membuat produk keripik debog pisang menjadi peluang bisnis baru.

Mahasiswa KKN UNS Kempok 38 foto bersama. (Foto: Istimewa)
Dengan diselenggarakannya pelatihan pemanfaatan debog pisang menjadi makanan bernilai jual ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Kuwarasan mendapatkan wawasan baru dalam bidang kewirausahaan sehingga perekonomian dalam masa pandemi pun dapat terbantu.
Selain hal tersebut, mahasiswa juga memiliki harapan supaya masyarakat menjadi termotivasi untuk berkreasi dari limbah yang ada supaya dapat dipergunakan secara lebih maksimal sehingga menghadirkan lebih banyak manfaat.







Saat ini belum ada komentar