Kisah Inspiratif Intan Nadhifah, Juru Bahasa Isyarat dari Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 13 Apr 2025
- visibility 9.841
- comment 0 komentar

Intan Nadhifah bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat acara silaturrahmi dan open house di Pendopo Kabumian. (Foto: istimewa)
Tokoh Inspiratif
Intan terinspirasi oleh Surya Sahetapy, seorang aktivis, penerjemah, dan aktor tunarungu.
“Surya Sahetapy menyadarkan saya bahwa teman-teman tuli juga bisa berprestasi. Semangatnya luar biasa dan membuat Indonesia menjadi lebih ramah difabel,” ujarnya.
Menurut Intan, perkembangan bahasa isyarat di Kebumen semakin meningkat.
“Dulu belum ada belajar bahasa isyarat bersama. Sekarang, di Alun-alun Kebumen, teman-teman tuli dari Gerkatin mengadakan belajar bahasa isyarat, dan teman-teman dengar pun semakin tertarik,” katanya.
Intan berharap ke depannya aksesibilitas bagi difabel di Kebumen lebih diperhatikan. Tidak hanya tunarungu, tetapi tunanetra dan tunadaksa dapat lebih diperhatikan. Misalnya guiding block bagi tunanetra atau bidang miring (ramp) bagi tunadaksa.
“Semoga semakin banyak tempat yang mengadakan pelatihan bahasa isyarat, tidak hanya di Gerkatin Alun-alun Kebumen,” harapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi teman-teman tuli.
“Banyak dari mereka yang masih menggunakan struktur kalimat yang terbalik-balik. Jika mereka diajarkan bahasa Indonesia dengan baik, kemampuan komunikasi mereka akan meningkat, dan peluang kerja pun akan lebih terbuka,” jelasnya.








Saat ini belum ada komentar